Ziarah Spiritual ke Makam & Masjid Syaikhona Kholil

Ziarah Spiritual ke Makam & Masjid Syaikhona Kholil

MADURAPEDIA – Di balik kemegahan Masjid Syaikhona Kholil di Desa Martajasah, Bangkalan, tersimpan situs sejarah dan spiritual yang sangat berharga.

Kompleks makam Syaikhona Kholil tidak hanya menjadi peristirahatan terakhir sang Waliyullah sendiri, tetapi juga para pendukung perjuangan dakwahnya.

Di areal yang sama, tepatnya di sebelah selatan masjid, bersemayam jasad ayahanda beliau, Kiai Abdul Lathif, yang menanamkan dasar-dasar ilmu agama sejak dini.

Juga terdapat makam mertua beliau, Raden Ario Tumenggung Lodrapati, yang dikenal sebagai penyumbang sebidang tanah untuk pembangunan pesantren awal.

Kompleks Pemakaman Keluarga dan Guru di Sisi Selatan Masjid

Untuk menemukan lokasi ini, pengunjung dapat melalui sebuah gang kecil di sisi selatan masjid dan mengikuti petunjuk arah yang telah disediakan.

Keberadaan makam mereka dalam satu kompleks menandakan betapa eratnya hubungan spiritual dan dukungan keluarga dalam perjalanan dakwah Syaikhona Kholil.

Hal ini menjadikan kawasan ini sebagai destinasi ziarah wali di Madura yang menyimpan sejarah panjang.

Makam Sang Guru: Ziarah Wajib yang Diibaratkan Seperti Ke Madinah

Tidak jauh dari kompleks masjid, sekitar 300 meter ke arah jalan raya yang biasa dilalui bus, terdapat sebuah pemakaman umum pinggir jalan.

Di sanalah bersemayam jasad mulia Syaikh Abdul Adzim, guru utama Syaikhona Kholil yang memiliki tempat istimewa di hati sang murid.

Sebuah wejangan sakral dari Syaikhona Kholil yang diriwayatkan oleh Lora Ismail menjadi pegangan kuat bagi para peziarah hingga kini.

Beliau bersabda, “Siapa yang menziarahi makamku tetapi tidak menziarahi guruku, itu seperti datang ke Mekkah tetapi tidak datang ke Madinah.” 

Pernyataan ini bukan hanya metafora, tetapi sebuah penekanan akan pentingnya menghormati guru dalam tradisi pesantren.

Ibarat Haji yang tidak sempurna tanpa ziarah ke Madinah, ziarah ke Bangkalan dianggap kurang lengkap tanpa singgah ke makam sang guru.

Wejangan ini menjadikan makam Syaikh Abdul Adzim sebagai tujuan ziarah yang tidak terpisahkan dari rangkaian spiritual di Bangkalan, sekaligus mengajarkan tentang adab seorang murid kepada gurunya.

makam syaikhona kholil bangkalan

Syaikhona Kholil: Sang Pembidah NU dan Guru Para Ulama Besar

Siapa sebenarnya Syaikhona KH. Mohammad Kholil? Beliau adalah seorang Waliullah yang diakui kesalehannya dan merupakan guru besar para ulama pendiri Nahdlatul Ulama.

Melalui kedua murid kesayangannya, KH. Hasyim Asy’ari (pendiri Pondok Pesantren Tebuireng dan Rais Akbar NU pertama) dan KH. As’ad Syamsul Arifin (pendiri Pondok Asem Bagus, Situbondo), gagasan besar untuk mendirikan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu disemai. 

Karamah Syaikhona Kholil telah menjadi legenda yang hidup di kalangan masyarakat, baik di Madura maupun seluruh Nusantara.

Berdasarkan informasi dari Laduni.id , disebutkan bahwa Syaikhona Kholil masih memiliki pertalian darah dengan Sunan Gunung Jati dari garis ayahnya, KH. Abdul Lathif.

Jejak pendidikannya dimulai dengan belajar di sejumlah pesantren di Bangkalan, seperti pada Tuan Guru Dawuh yang memiliki metode unik mengajar di alam terbuka, dan Tuan Guru Agung (Bhujuk Agung) yang mengajarkan keseimbangan antara ilmu lahir dan batin.

Perjalanan Menuntut Ilmu Hingga Akhir Hayat yang Penuh Barakah

Semangat belajar Syaikhona Kholil tidak berhenti di tanah air. Beliau melanjutkan perjalanan intelektualnya ke tanah suci, Mekkah, untuk menimba ilmu langsung dari sumbernya. 

Kisah Syaikhona Kholil di Mekkah dan perjalanan spiritualnya menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi ribuan santri hingga saat ini.

Setelah pulang, beliau mendirikan pesantren dan mencetak kader-kader ulama yang akan meneruskan perjuangan dakwah Islam di Nusantara.

Beliau wafat pada usia yang sangat sepuh, 106 tahun, tepatnya pada 29 Ramadan 1341 H atau 14 Mei 1923 M.

Jasadnya dimakamkan di pemakaman umum Desa Martajasah, yang kini telah berubah menjadi kompleks ziarah Syaikhona Kholil yang ramai dikunjungi.

Karena karamah dan kedudukannya yang tinggi, makam beliau tidak pernah sepi peziarah. Tercatat, ratusan orang dari dalam dan luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura, datang setiap harinya untuk berziarah, berdoa, dan mengambil barakah dari seorang yang diyakini sebagai Wali Allah.

masjid di area makam syaikhona kholil bangkalan

Fasilitas dan Aktivitas di Kompleks Ziarah Syaikhona Kholil

Untuk mendukung kenyamanan para peziarah yang berdatangan, kawasan Masjid dan Makam Syaikhona Kholil dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai.

Fasilitas-fasilitas ini dibangun untuk memastikan pengalaman spiritual para tamu berlangsung dengan khidmat dan nyaman.

  • Area Ibadah: Masjid yang megah dengan arsitektur khas Timur Tengah, dilengkapi kubah emas, menjadi tempat utama untuk melaksanakan shalat dan beriktikaf.
  • Kamar Mandi & Tempat Wudu: Tersedia banyak kamar mandi dan tempat wudu yang bersih, termasuk desain tempat wudu melingkar yang unik.
  • Area Istirahat: Banyak bangku dan area teduh disediakan di sekitar kompleks untuk para peziarah yang perlu beristirahat menunggu giliran ziarah.
  • Kuliner dan Oleh-oleh: Deretan penjual makanan dan minuman khas Madura, seperti sate Madura dan kopi khas, serta toko souvenir yang menjual berbagai cenderamata bernuansa religius.

Kehadiran fasilitas ini membuat kompleks makam Syaikhona Kholil tidak hanya sebagai tempat ziarah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas komunitas dan ekonomi religius yang vital di Bangkalan.

Siapa saja yang dimakamkan di sekitar Masjid Syaikhona Kholil?

Di kompleks utama (sebelah selatan masjid) dimakamkan Syaikhona Kholil sendiri, ayahandanya (Kiai Abdul Lathif), dan mertuanya (Raden Ario Tumenggung Lodrapati). Sementara makam gurunya, Syaikh Abdul Adzim, terletak terpisah di pemakaman umum sekitar 300 meter dari masjid.

Apa makna wejangan Syaikhona Kholil tentang ziarah ke makam gurunya?

Wejangan “seperti ke Mekkah tapi tidak ke Madinah” menekankan betapa pentingnya menghormati guru dalam tradisi Islam pesantren. Ziarah dianggap belum lengkap dan kurang sempurna tanpa memberikan penghormatan kepada sang guru yang telah memberikan ilmu.

Kapan waktu terbaik untuk berziarah ke Makam Syaikhona Kholil?

Anda dapat berziarah kapan saja, tetapi biasanya ramai pada hari Jumat, malam Jumat, dan hari-hari besar Islam seperti bulan Ramadan, Syawal, dan Maulid Nabi. Untuk menghindari keramaian, waktu pagi hari atau weekdays adalah pilihan yang baik.

Dimana Makam Syaikhona Kholil Bangkalan

Google maps, Jl. Mertajasah, Tajasah, Mertajasah, Kec. Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69119

Rencanakan perjalanan ziarah spiritual Anda ke Bangkalan dengan mengunjungi situs bersejarah ini. Sambangi makam Syaikhona Kholil, keluarganya, dan sang guru untuk mengambil teladan dan barakah dari perjalanan hidup seorang Waliyullah.

Jangan lupa untuk selalu menjaga adab dan ketenangan selama berada di area ziarah.

Hastag
Bangkalan

Saya blogger yang doyan ngoprek jaringan, sistem operasi, dan server jadul. Dari hobi jadi profesi—sekarang saya bantu UKM punya website keren dan fungsional. Saya cinta banget sama Madura, dan lewat teknologi, saya ingin ikut memajukannya.

Baca Juga
Legenda Sumber Omben Sampang & Kisah Kudho Panule

Legenda Sumber Omben Sampang & Kisah Kudho Panule

Jadwal KM Sabuk Nusantara 51 Juli 2026, Rute Bima-Lombok-Bali-Kalianget Lengkap!

Jadwal KM Sabuk Nusantara 51 Juli 2026, Rute Bima-Lombok-Bali-Kalianget Lengkap!

Seputar Kyai Cendana Kwanyar, Bangkalan: Pancer Ampel yang Menurunkan Para Tokoh dan Ulama Besar

Seputar Kyai Cendana Kwanyar, Bangkalan: Pancer Ampel yang Menurunkan Para Tokoh dan Ulama Besar

Uniknya Tradisi Haji di Madura: Bukan Sekadar Ritual, Melainkan “Hutang Sosial” dalam Tradisi Lam-Salam dan Bet-Selabet

Uniknya Tradisi Haji di Madura: Bukan Sekadar Ritual, Melainkan “Hutang Sosial” dalam Tradisi Lam-Salam dan Bet-Selabet

Panduan Beli iPhone di Madura, Resmi & Second 2026

Panduan Beli iPhone di Madura, Resmi & Second 2026

Perlawanan Buruh di Madura: Mengintip Celurit Sakera hingga Aksi Sunyi Buruh Garam

Perlawanan Buruh di Madura: Mengintip Celurit Sakera hingga Aksi Sunyi Buruh Garam