
MADURAPEDIA – Apa bahasa Madura masih tetap relevan?
Di tengah gempuran budaya global, ada sebuah bahasa yang tetap kokoh menjadi jiwa dan identitas bagi lebih dari 7 juta penuturnya: Bahasa Madura.
Bagi yang belum mengenal, pertanyaan “apa bahasa Madura?” sering kali muncul.
Lebih dari sekadar alat komunikasi, bahasa ini adalah sebuah sistem kebudayaan kompleks yang menyimpan sejarah, filosofi hidup, dan stratifikasi sosial masyarakat Madura yang dikenal tangguh.
Artikel ini akan mengajak Anda menyelami seluk-beluk Bahasa Madura, dari akar sejarahnya yang dalam hingga ragam dialeknya yang memikat, serta alasan mengapa logatnya bisa berbeda-beda di tiap daerah.
Bahasa Madura adalah bahasa Austronesia yang termasuk dalam rumpun Melayu-Polinesia.
Asal-usul Bahasa Madura tidak dapat dipisahkan dari perjalanan nenek moyang Suku Madura di Nusantara.
Para linguis menduga perkembangannya telah berlangsung sejak abad pertama Masehi, terpengaruh oleh kontak dengan bahasa-bahasa tetangga seperti Jawa Kuno, Bahasa Bali, dan bahkan Bahasa Melayu.
Bukti historis tertua berupa prasasti dan naskah kuno masih terus diteliti, namun pengaruh kosakata Sanskerta dan Arab menunjukkan jalur perdagangan dan agama telah membentuknya.
Perkembangan pesat terjadi seiring dengan penyebaran Islam di Madura, di mana bahasa ini menjadi medium dakwah dan sastra, melahirkan karya-karya seperti Tembang Macapat Madura.
Salah satu keunikan paling menarik adalah adanya perbedaan bahasa Madura di tiap daerah.
Perbedaan ini bukan sekadar aksen, tetapi bisa sampai pada tingkat kosakata, tata bahasa (morfosintaksis), dan intonasi.
Fenomena ini secara linguistik disebut sebagai dialek. Secara umum, dialek Bahasa Madura terbagi menjadi dua kelompok besar:
| Bahasa Indonesia | Dialek Barat (Bangkalan) | Dialek Timur (Sumenep) | Dialek Pendhalungan (Jember) |
|---|---|---|---|
| Apa Kabar? | Dhamma/Da’ remma kabharra? | Baremma kabharra? | Dhimma kabare? (terpengaruh Jawa) |
| Mau ke mana? | Damma’ a? | Ka emma a? | Ka dimma? |
| Tidak | Enja’ | Enje’ | Gak/Jak (terpengaruh Indonesia/Jawa) |
Bagi pemula, mempelajari sapaan dasar adalah langkah pertama. Untuk menanyakan “apa kabar”, ungkapan yang paling umum adalah “Dek remma kabharra?”. Namun, seperti terlihat pada tabel, terdapat variasi lain seperti “Salammah kabharra?”. Berikut contoh percakapan singkat:
Mempelajari bahasa daerah Madura baik halus maupun kasar akan membantu Anda memahami konteks sosial penggunaannya.
Apa bahasa Madura memiliki struktur? Tentu, bahasa Madura memiliki sistem fonetik yang unik, seperti adanya vokal /ǝ/ (pepet) dan konsonan retrofleks /ɖ/ dan /ʈ/ (dengan ujung lidah menekan langit-langit) yang tidak ditemukan dalam Bahasa Indonesia.
Selain itu, bahasanya kaya akan kosakata spesifik untuk suatu benda atau keadaan, misalnya berbagai istilah untuk menyebut “padi” di sawah (celeng, pajjen, pajhung) sesuai tahap pertumbuhannya.
Kata-kata dasar bahasa Madura banyak yang masih mempertahankan akar Austronesia purba, sekaligus menyerap kata dari Arab, Belanda, Portugis, dan Jawa.
Tidak. Meski berada dalam rumpun Austronesia yang sama dan saling mempengaruhi, Bahasa Madura dan Bahasa Jawa adalah dua bahasa yang berbeda dengan tata bahasa, kosakata, dan sistem penuturan yang tidak sama. Kekerabatannya seperti bahasa Indonesia dengan bahasa Melayu.
Berdasarkan data dari Kemendikbud melalui laman Bahasa dan Peta Bahasa, Bahasa Madura memiliki jumlah penutur lebih dari 7 juta jiwa, menjadikannya salah satu bahasa daerah dengan penutur terbanyak di Indonesia. Data ini mencakup penutur di Pulau Madura dan daerah diaspora.
Secara jumlah penutur, masih kuat. Namun, ancaman pergeseran bahasa pada generasi muda di perkotaan dan daerah diaspora nyata adanya. Upaya pelestarian melalui pendidikan muatan lokal, dokumentasi, dan penggunaan dalam media dan seni terus didorong oleh berbagai pihak, termasuk komunitas budaya. Penggunaan bahasa Madura sehari-hari di ranah keluarga menjadi kunci utama pelestarian.
Bahasa Madura adalah harta karun linguistik yang mencerminkan ketangguhan dan adaptabilitas sukunya.
Dari sejarah panjangnya hingga dialeknya yang beragam, mempelajarinya berarti menyelami jantung budaya Madura.
Mari kita jaga warisan ini dengan mulai mengenal, menghargai, dan menggunakan kosakata bahasa Madura dan artinya dalam interaksi sehari-hari.
Bagaimana, tertarik untuk lebih dalam lagi belajar Bahasa Madura?
Referensi: