Pahlawan Madura yang Jarang Tersorot: Jejak Pengabdian Mereka di Bidang Militer sampai Menjadi Jenderal

Pahlawan Madura yang Jarang Tersorot: Jejak Pengabdian Mereka di Bidang Militer sampai Menjadi Jenderal
Ilustrasi Pahlawan Madura yang menjadi Jendral

MADURAPEDIA – Apakah ada pahlawan madura yang dikenal oleh Masyarakat? Ketika membicarakan pahlawan nasional, seringkali yang terlintas adalah nama-nama dari wilayah besar seperti Jawa atau Sumatera. Namun, kontribusi dan pengorbanan para pahlawan dari berbagai daerah, termasuk pahlawan dari Madura, tidak kalah besarnya dalam membingkai sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Pulau Garam ini telah melahirkan banyak tokoh militer tangguh, dari masa kolonial hingga era kemerdekaan, yang jasanya patut dikenang.

  • Pahlawan Madura: Menjadi Jenderal di Masa Awal Kemerdekaan
  • Puncak Karier: Jenderal Besar Pertama Asal Madura

Madura, yang dikenal karena keberaniannya, memiliki karakteristik yang khas. Karakter pemberani dan loyal ini justru dimanfaatkan oleh penjajah Belanda. Pada masa Hindia Belanda, jumlah orang Madura di Koninklijk Nederlandsch Indische Lendre (KNIL) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda memang tidak banyak dan tergolong minoritas. Tentara kolonial saat itu lebih didominasi oleh orang Ambon, Minahasa, dan Jawa. Meski demikian, karakter orang Madura yang berani dan setia sangat dibutuhkan Belanda untuk menindak setiap perlawanan terhadap kekuasaannya. Sayangnya, hal ini turut membentuk citra yang “miring” tentang orang Madura pada masa itu, yang digambarkan memiliki reputasi ganas, terutama karena peran laskar-laskarnya yang membantu Belanda dalam Perang Diponegoro.

Meski minoritas dalam KNIL, di Pulau Madura sendiri terdapat kesatuan milisi pasukan bantuan (Hulptroepen) yang disebut Barisan Madura. Dari barisan inilah kemudian muncul nama-nama perwira yang cemerlang.

Pahlawan Madura: Menjadi Jenderal di Masa Awal Kemerdekaan

Memasuki periode Madura di jaman kemerdekaan, semangat juang para putra terbaiknya tidak surut. Saat pendudukan Jepang, banyak pemuda Madura yang dilatih menjadi perwira Pembela Tanah Air (PETA). Setelah proklamasi kemerdekaan, mereka menjadi inti dari Badan Keamanan Rakjat (BKR) yang berdiri di Pulau Madura.

Salah satu pahlawan dari Madura yang menonjol adalah Brigadir Jenderal TNI Chandra Hassan. Lahir pada 1919, ia memimpin BKR di bagian barat Madura dan kemudian bergerilya melawan Belanda di daratan Jawa Timur. Setelah pengakuan kedaulatan, karier militernya terus menanjak. Pada periode 1955-1957, Chandra Hassan dipercaya menjabat sebagai Asisten Intelijen dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sebelum akhirnya beralih ke dunia perbankan.

Selain Chandra Hassan, muncul pula nama Mayor Jenderal TNI Achmad Moed’har Amin. Lahir di Pamekasan pada 1924, ia pernah menjadi Shodancho (komandan peleton) PETA di Madura. Sepanjang karier militernya, ia pernah menduduki posisi penting sebagai Asisten Operasi KSAD. Setelah pensiun dari dinas aktif, ia melanjutkan pengabdiannya di lembaga legislatif sebagai anggota fraksi ABRI di DPR.

Tokoh jenderal dari Madura lainnya adalah Mayor Jenderal TNI Ahmad Hafiloedin Djojo Adikusumo, yang merupakan Direktur Polisi Militer Angkatan Darat. Putra Bangkalan kelahiran 1921 ini juga mengakhiri kariernya dengan berkontribusi di DPR.

Puncak Karier: Jenderal Besar Pertama Asal Madura

Generasi berikutnya berhasil mencapai puncak hierarki militer Indonesia. Raden Hartono, yang lahir di Pamekasan pada 1941, adalah lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang tahun 1962. Seorang perwira kavaleri, karier Hartono cemerlang dengan bertugas di tempat-tempat strategis seperti Sesko ABRI dan Kostrad. Puncak kariernya adalah ketika ia diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), menjadikannya orang Madura pertama yang menyandang pangkat Jenderal bintang empat. Di akhir era Orde Baru, Jenderal TNI (Purn.) Raden Hartono juga dipercaya menduduki kursi menteri, yakni Menteri Penerangan dan kemudian Menteri Dalam Negeri.

Selain itu, pahlawan madura yang mencetak prestasi dalam memperjuangkan kemerdekaan juga ada yang dari pihak non-militer seperti M. Tabrani, Halim Perdana Kusuma, dan lain sebagainya. Mereka juga memperjuangkan kemerdekaan sama seperti pahlawan di bidang militer lainnya.

Jejak para pahlawan Madura di bidang militer membuktikan bahwa semangat juang dan kepahlawanan adalah warisan universal yang tidak terbatas pada suku atau pulau tertentu. Dari masa kolonial dengan Barisan Madura-nya, hingga masa kemerdekaan yang melahirkan banyak jenderal dari Madura, mereka semua telah menorehkan tinta emas dalam sejarah militer Indonesia. Pengabdian mereka, baik di medan perang maupun dalam membangun institusi negara, adalah bukti nyata kontribusi pahlawan dari Madura dalam memperjuangkan dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Terjebak sebagai pegiat media yang kadang giat, kadang tidak. Saat ini sedang mengasuh Madurapedia dengan cara suka-suka.

Baca Juga
Legenda Sumber Omben Sampang & Kisah Kudho Panule

Legenda Sumber Omben Sampang & Kisah Kudho Panule

Seputar Kyai Cendana Kwanyar, Bangkalan: Pancer Ampel yang Menurunkan Para Tokoh dan Ulama Besar

Seputar Kyai Cendana Kwanyar, Bangkalan: Pancer Ampel yang Menurunkan Para Tokoh dan Ulama Besar

Uniknya Tradisi Haji di Madura: Bukan Sekadar Ritual, Melainkan “Hutang Sosial” dalam Tradisi Lam-Salam dan Bet-Selabet

Uniknya Tradisi Haji di Madura: Bukan Sekadar Ritual, Melainkan “Hutang Sosial” dalam Tradisi Lam-Salam dan Bet-Selabet

Perlawanan Buruh di Madura: Mengintip Celurit Sakera hingga Aksi Sunyi Buruh Garam

Perlawanan Buruh di Madura: Mengintip Celurit Sakera hingga Aksi Sunyi Buruh Garam

Bau Darah Menjadi Wangi Doa: Transformasi Spiritual Blega di Tangan Syaikhona Muhsin Al-Baliqowy

Bau Darah Menjadi Wangi Doa: Transformasi Spiritual Blega di Tangan Syaikhona Muhsin Al-Baliqowy

Membongkar Era Masuknya Islam di Jawa: Transisi Majapahit Hingga Bangkitnya Mataram

Membongkar Era Masuknya Islam di Jawa: Transisi Majapahit Hingga Bangkitnya Mataram