BerandaTokohBupati Pamekasan: Profil Terkini, Sejarah Kepemimpinan Pamekasan Madura, dan Daftar Lengkap
Bupati Pamekasan: Profil Terkini, Sejarah Kepemimpinan Pamekasan Madura, dan Daftar Lengkap
oleh MadurapediaSeptember 2, 2025 5:01 pm3 menit membacaDibaca 440 kali
Share this:
Ilustrasi Potret Bupati Pamekasan saat memimpin rapat di Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, Madura.
Profil Bupati Pamekasan 2025
Berdasarkan data yang Anda sampaikan, Bupati Pamekasan saat ini adalah Dr. Drs. K.H. Kholilurrahman, S.H., M.Si. Ia resmi menjabat sejak 19 Maret 2025 dan menjadi figur sentral dalam arah pembangunan Kabupaten Pamekasan, Madura. Di periode ini, Pemerintah Kabupaten Pamekasan menekankan peningkatan kualitas layanan publik, mendorong ekonomi berbasis UMKM, serta pelestarian tradisi di Pamekasan.
Sejarah Singkat Pamekasan: Dari Ronggo Sukowati hingga Bupati Pamekasan Modern
Pamekasan memiliki akar sejarah panjang di Madura. Kepemimpinan daerah ini diawali figur Panembahan Ronggo Sukowati (1530–1616) dan berlanjut melalui berbagai penguasa bergelar Pangeran/Adipati, sebelum memasuki era Bupati Pamekasan dalam masa Republik Indonesia.
Lampiran: Daftar penguasa dan Bupati Pamekasan dari masa ke masa
Catatan: beberapa gelar/nama/masa jabatan dapat bervariasi antar sumber; sejumlah periode Penjabat (Pj) atau Pelaksana Tugas (Plt) tercatat singkat.
Panembahan Ronggo Sukowati (1530–1616)
Pangeran Purboyo & Pangeran Jimat (1616–1624)
Pangeran Megatsari (1624–—)
R. Kanoman / R.T.A. Wirosari / Ghung Seppo Sumenep (1685–—)
R. Dhakseno / R.T.A. Adikoro I (1685–1708)
R. Saseno / R.T.A. Joyonegoro (1708)
R. Asral / R.T.A. Adikoro II (1708–1737)
R. Sujono Baskarang / R.T.A. Adikoro III (1737–1743)
R. Ismail / R.T.A. Adikoro IV (1743–1750)
R.T.A. Adiningrat (1750–1752)
R. Alsari / R.T.A. Cokroadiningrat I / Ghung Seppo Pamekasan (1752–1800)
R. Alsana / R.T.A. Cokroadiningrat II / Ghung Tenga (1800–1804)
R. Abdul Latief Palguna / R.T.A. Mangkoe Adiningrat (1804–1842)
R. Banjir / Pangeran Adipati Ario Suryo Kusumo Raganata (1842–1854)
R. Ario Moh. Hasan / Pangeran Cornel (1854–1891)
R. Ario Abdul Aziz / Pangeran Mangkuadiningrat (1891–1922)
R. Abdul Jabbar / R. Adipati Ario Kertoamoprojo (1922–1934)
R. Adipati Ario Abdul Aziz / R. Adipati Ario Mangkuadiningrat (1934–1942)
R. Zainal Fattah / R.T.A. Noto Adikusumo (1942–1950)
Dr. Drs. K.H. Kholilurrahman, S.H., M.Si. (21 April 2008–21 April 2013)
Drs. H. Achmad Syafii Yasin, M.Si. (22 April 2013–14 Agustus 2017)
Drs. H. Kholil Asy’ari (Plt/Pj, 14 Agustus 2017–5 Januari 2018)
Penjabat Bupati (5 Januari 2018–22 April 2018)
H. Baddrut Tamam, S.Psi., M.HP. (24 September 2018–24 September 2023)
Raja’e, S.HI. (Wakil, 2018–2020)
Dr. Ir. H. Fattah Jasin, M.S. (2022–2023)
Pj Bupati (24 September 2023–19 Maret 2025)
Dr. Drs. K.H. Kholilurrahman, S.H., M.Si. (19 Maret 2025–sekarang) – Petahana
H. Sukriyanto (perlu konfirmasi peran/jabatan)
Warisan Budaya dan Pamekasan Hari Ini
Kabupaten Pamekasan di Pulau Madura dikenal dengan pendopo Ronggosukowati, tradisi Islami yang kuat, dan ragam kuliner Madura. Di bawah kepemimpinan bupati pamekasan, pemerintah daerah mendorong pariwisata budaya, pengembangan UMKM, dan layanan publik yang lebih responsif.
FAQ
Siapa bupati pamekasan saat ini?
Dr. Drs. K.H. Kholilurrahman, S.H., M.Si., dilantik 19 Maret 2025 (petahana).
Madurapedia adalah upaya menggelorakan semangat menuju cita-cita Madura yang lebih baik.
Banyak yang Madura miliki, banyak pula yang Madura telah perbuat. Semua layak disampaikan dan disebarkan, agar kita tahu, memahami, dan terdorong untuk berbuat lebih bagi Indonesia.
Madurapedia adalah upaya menggelorakan semangat menuju cita-cita Madura yang lebih baik.
Banyak yang Madura miliki, banyak pula yang Madura telah perbuat. Semua layak disampaikan dan disebarkan, agar kita tahu, memahami, dan terdorong untuk berbuat lebih bagi Indonesia.
Ikutin Kami
What are you looking for?
Find some desired keywords.
Punya ide, opini, atau cerita menarik tentang Madura?
Tulis dan bagikan di Madurapedia.com! Kami percaya setiap tulisan punya kekuatan untuk menginspirasi. Yuk, jadi kontributor dan suarakan cerita Madura lewat tulisanmu