
Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Madura. Dua delegasi Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Maktab Nubdatul Bayan (MAKTUBA) Al-Majidiyah Palduding (Alpad), Kabupaten Pamekasan, sukses memborong juara dalam ajang Mandarin Debate and Speech Competition 2025 tingkat nasional di Surabaya.
Tidak main-main, dari empat tim yang dikirimkan untuk dua kategori—tingkat mahasiswa dan pelajar—dua di antaranya berhasil menyabet Juara 1 Nasional dan Juara Harapan I.
Capaian ini menjadi bukti bahwa siswa daerah pun mampu bersaing sejajar dengan peserta dari kampus dan sekolah ternama di kota besar.
Dikutip dari Beritajtimcom “Alhamdulillah, meski berasal dari daerah kecil, teman-teman bisa tampil maksimal dan membawa pulang gelar juara,” ujar Ihya Ulumuddin, Direktur Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) LPI Alpad Pamekasan, Selasa (7/10/2025).
Kompetisi ini diinisiasi oleh Harian Disway bekerja sama dengan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).
Acara berlangsung selama tiga hari, 3–5 Oktober 2025, di Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya, dan diikuti puluhan delegasi dari SMA hingga Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia.

Tema lomba tidak hanya mengasah kemampuan berbicara bahasa Mandarin, tapi juga menguji cara berpikir kritis, kerja sama tim, serta kemampuan berargumentasi dengan etika dan kecerdasan budaya.
Ihya Ulumuddin menuturkan, keberhasilan timnya tak lepas dari disiplin latihan, saling percaya, dan semangat pantang menyerah.
“Yang paling membanggakan adalah mereka percaya diri, tidak minder meskipun lawan mereka berasal dari universitas besar dan sekolah favorit di kota-kota besar,” katanya penuh apresiasi.
Dalam kompetisi tingkat perguruan tinggi, tim juara dari LPI MAKTUBA Al-Majidiyah Palduding Pamekasan di antaranya:
Sedangkan peraih Juara 1 Tingkat Pelajar berasal dari:
Keberagaman asal daerah anggota tim justru menjadi kekuatan tersendiri, mencerminkan kolaborasi lintas daerah dalam satu lembaga pendidikan berprestasi.
Prestasi ini juga menjadi hasil dari kolaborasi dan saling mendukung antaranggota tim. Kompetensi bahasa Mandarin yang kuat dari satu peserta menutupi kelemahan peserta lain—itulah kekuatan kerja sama sesungguhnya.
“Ini bukan hanya tentang siapa yang paling hebat, tapi siapa yang mau saling membantu. Mereka kompak, tekun, dan rendah hati,” tambah Ihya.
Pihak lembaga berharap prestasi ini dapat menular ke siswa dan mahasiswa lain sebagai motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa asing, baik Mandarin, Arab, maupun Inggris.
“Apa yang kami capai tidak membuat lengah. Justru ini awal untuk menghadapi tantangan akademik berikutnya,” tegas Ihya.
Acara ini merupakan ajang tahunan yang digelar Harian Disway & PSMTI untuk meningkatkan minat generasi muda Indonesia dalam berbahasa Mandarin secara aktif, logis, dan santun.
Peserta diberi kesempatan berargumentasi dalam bahasa Mandarin dengan topik sosial, budaya, hingga isu global. Kompetisi ini juga mendorong pelajar agar tidak hanya fasih berbicara, tetapi memahami konteks komunikasi antarbudaya yang profesional.
Sebuah ajang lomba debat dan pidato nasional berbahasa Mandarin untuk siswa SMA dan mahasiswa di seluruh Indonesia.
Diselenggarakan oleh Harian Disway bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).
Tanggal 3–5 Oktober 2025 di Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya.
Memenangkan Juara 1 Nasional tingkat mahasiswa dan pelajar, serta Juara Harapan I tingkat mahasiswa.
Antara lain Ahmad Avin Amaniel Fuad, Ainur Ridho, dan Debi Pramana Putra untuk tingkat perguruan tinggi, serta Ghaza Dauril Anwar, Khoirul Umam, dan Mohammad Rofii Ridha Ilahi untuk tingkat pelajar.
Kemenangan LPI Alpad Pamekasan di Mandarin Debate and Speech Competition 2025 menegaskan posisi Madura di peta prestasi nasional.
Bukan hanya soal kemampuan bahasa, tapi tentang mental juara, kepercayaan diri, dan kolaborasi lintas daerah yang patut diteladani.
Lewat semangat “dari pelosok untuk Indonesia”, Dua delegasi Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Maktuba Almajidiyah Palduding (Alpad), Pamekasan, Madura, Jawa Timur menunjukkan bahwa kompetensi global bisa lahir dari tanah Madura.
Sumber : Beritajatim, Koran Madura