
Nama MH Said Abdullah sudah tidak asing lagi di kancah politik nasional. Politikus asal Madura ini baru saja mencatatkan sejarah dengan 528.815 suara pada Pemilu Legislatif 2024 dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep). Angka ini bukan hanya tertinggi di dapilnya, melainkan menjadi rekor perolehan suara tertinggi nasional sepanjang sejarah Pemilu langsung.
Tidak berlebihan jika kini publik Madura menyebut Said sebagai salah satu tokoh politik paling berpengaruh di Pulau Garam.
Said menegaskan bahwa sebagai anggota DPR RI, ia lebih banyak berada di dapil ketimbang berlama-lama di kursi empuk Senayan.
“Harus lebih banyak di Dapil daripada di kantor. Kita kan harus lebih banyak mendengarkan apa yang diinginkan masyarakat,” ujar Said Abdullah.
Kedekatannya dengan rakyat Madura, baik melalui jaringan tokoh daerah, guru, kyai, hingga santri, membuat kiprahnya semakin kuat. Ia dikenal aktif hadir langsung mendengarkan aspirasi warga.
Said Abdullah menekankan bahwa politik adalah jalan pengabdian. Ia sering mengutip pemikiran humanis bahwa nilai seseorang terletak pada seberapa besar manfaat yang ia berikan untuk masyarakat.
“Kalau hanya bisa berbuat untuk diri sendiri, itu tak ada artinya. Dalam hidup saya, saya selalu berusaha berbuat untuk masyarakat,” ungkapnya.
Pengamat politik Surokim Abdussalam dari Universitas Trunojoyo Bangkalan menilai Said bukan sekadar politisi, tapi sudah menjadi tokoh kultural Madura.
“Pak Said itu tokoh senior. Kiprahnya konsisten dari era PDI hingga PDI Perjuangan. Ia punya jaringan akar rumput yang kuat dan menjadi figur politik tiada duanya di Madura,” jelasnya.
Selain itu, Said juga pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur (2013–2018) berpasangan dengan Bambang Dwi Hartono.
MH Said Abdullah adalah politikus senior PDI Perjuangan asal Madura yang sudah enam kali menjadi anggota DPR RI.
Ia mewakili Daerah Pemilihan Jawa Timur XI yang mencakup Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Sebanyak 528.815 suara, tertinggi secara nasional sepanjang sejarah pemilu legislatif.
Kedekatan dengan masyarakat, jaringan akar rumput yang solid (tokoh daerah, kyai, santri), serta konsistensi membangun Madura.
Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Bidang Strategis DPP PDI Perjuangan (2024).