
Sampang — Jauh sebelum dikenal sebagai kabupaten, Sampang memiliki sejarah pemerintahan yang panjang dan dinamis. Jejak kepemimpinannya terentang lebih dari lima abad, dimulai dari era kamituwo, penguasa setingkat kerajaan kecil, hingga menjadi bagian integral dari Kerajaan Madura dan akhirnya menjadi kabupaten modern seperti yang kita kenal sekarang.
Mari kita telusuri silsilah para pemimpin yang telah membentuk wajah Sampang dari masa ke masa.
Pemerintahan di Sampang tercatat dimulai dengan kepemimpinan seorang Kamituwo di Madegan. Tokoh pertama yang memegang tampuk kekuasaan adalah Raden Ario Lembu Petteng pada tahun 1478. Kepemimpinan ini kemudian dilanjutkan secara turun-temurun oleh:
Memasuki abad ke-16, status Sampang berkembang menjadi sebuah entitas setingkat kerajaan kecil yang dipimpin oleh para Adipati. Pada masa ini, Sampang menjadi salah satu kekuatan penting di Madura. Para penguasanya adalah:
Pada tahun 1624, Sampang menjadi bagian dari Kerajaan Madura yang menyatukan kekuatan di pulau ini. Pangeran Cakraningrat I (Raden Praseno) menjadi raja pertama (1624 – 1648), yang kemudian digantikan oleh putranya, Pangeran Cakraningrat II (Raden Undakan). Di masa Cakraningrat II, pusat kerajaan Madura bagian barat bergeser ke Tonjung, Bangkalan.
Setelah era Kerajaan Madura, Sampang kembali dipimpin oleh para penguasa lokal yang berpengaruh, di antaranya:
Terhitung sejak 1 November 1885, Sampang masuk dalam administrasi Hindia Belanda dengan status Kabupaten. Para Bupati yang menjabat di era ini adalah:
Pada periode 1931–1942, status Sampang diturunkan menjadi kawedanan.
Selama pendudukan Jepang (1942–1945) hingga awal kemerdekaan, status Sampang tetap sebagai kawedanan yang dipimpin oleh Wedana Raden Abdul Gafur.
Dalam periode singkat Negara Madura (20 Februari 1948 – 4 Maret 1950), status Sampang kembali menjadi Kabupaten. Bupati yang menjabat adalah Raden Panji Muhammad Saleh Kusumowinoto. Setelah Madura bergabung kembali dengan NKRI pada 9 Maret 1950, Sampang resmi menjadi bagian dari Republik Indonesia.
Sejak kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, Sampang telah dipimpin oleh sejumlah bupati yang membawa kabupaten ini melewati berbagai zaman.
| No | Nama Bupati | Periode |
|---|---|---|
| 1 | RT. Moh. Iksan | 1950 – 1952 |
| 2 | R. Suharjo | 1953 – 1956 |
| 3 | K.H. Achmad Zaini | 1957 – 1959 |
| 4 | M. Walihadi | 1960 – 1965 |
| 5 | Faudzan Hafidz Suroso, B.A | 1966 – 1971 |
| 6 | Jusuf Oenik | 1971 – 1978 |
| 7 | Mursim | 1978 – 1985 |
| 8 | Makbul | 1985 – 1990 |
| 9 | R. Bagus Hinayana | 1990 – 1995 |
| 10 | Fadhilah Budiono | 1995 – 2000 & 2001 – 2006 |
| 11 | Noer Tjahja | 2008 – 2013 |
| 12 | K.H. Fannan Hasib | 2013 – 2017 |
| 13 | Fadhilah Budiono | 2017 – 2018 |
| 14 | H. Slamet Junaidi | 2018 – Sekarang |
Sejarah panjang ini menunjukkan betapa strategisnya posisi Sampang dalam konstelasi politik dan budaya di Madura. Setiap pemimpin meninggalkan jejaknya, membentuk Sampang menjadi daerah yang kaya akan warisan sejarah seperti saat ini.
Sumber Oreng Sampang