Ker-tanoker (Kepompong): Permainan Anak Madura untuk Akur Kembali

Ker-tanoker (Kepompong): Permainan Anak Madura untuk Akur Kembali

Madura — Di banyak kampung, saat musim kepompong tiba, anak-anak punya “jurus damai” andalan bernama Ker‑tanoker (juga disebut Kertanoker). Bukan sekadar main, tapi tradisi rekonsiliasi: dari diam-diaman (soker) jadi saling sapa lagi. Dengan syair berbalas pantun dan “penanda” kepala kepompong yang bergerak saat ada suara, suasana yang tegang berubah cair—gengsi luruh, persahabatan pulih.

Apa itu Ker‑tanoker?

  • Ker‑tanoker merujuk pada kepompong (fase pupa dalam metamorfosis ulat), yang terbungkus serat dan kerap menggantung di dahan atau daun.
  • Ujung “kepala” kepompong yang masih lembek peka suara; ia bergerak saat mendengar bunyi—ini jadi elemen seru dalam permainan.
  • Secara budaya, Ker‑tanoker adalah media berpantun dan “buka diplomasi” saat anak-anak bertengkar lalu enggan menyapa lebih dulu.

Lirik asli & terjemahan bebas

Varian lirik bisa berbeda antar-kampung. Berikut salah satu bentuk yang umum:

Ker-tanoker, dimma bara’ dimma temor
Ker-soker, sapa nyapa kaadha’ lanjang omor

Ker-tanoker jambuna massa’ saseba’
Ker-tanoker lagguna nyapa kaadha’
Ker-tanoker jambuna massa’ sapennay
Ker-tanoker lagguna nyapa e songay
Ker-tanoker jambuna massa’ sacorong
Ker-tanoker lagguna nyapa e lorong
Ker-tanoker jambuna massa’ pagar
Ker-tanoker lagguna nyapa e langgar

Terjemahan bebas (inti makna):

  • Ker‑tanoker di mana barat, di mana timur
  • Siapa yang menyapa lebih dulu, panjang umur
  • Ada jambu masak separuh/sekop/sekir… (ungkapan pantun)
  • Kalau bertengkar, besok sapa duluan — entah di sendang, jalan, lorong, atau langgar (musholla)

Intinya: mendahului berbuat baik dan menyapa adalah kematangan hati—membawa damai.

Cara main Ker‑tanoker (versi lapangan)

  • Pemain: 2 orang atau berkelompok.
  • Alat: masing-masing membawa satu kepompong (tanoker) yang ditemukan di pohon-pohon seperti kedondong, jeruk, ketapang, atau pisang.
  • Lokasi favorit: di pagar kayu rumah masing-masing atau tempat anak biasa berkumpul.

Langkah bermain:

  1. Masing-masing “nangkring” di pagar rumah, membawa tanoker.
  2. Saling balas pantun Ker‑tanoker seperti lirik di atas.
  3. Saat ujung kepompong bergerak (peka bunyi), pantun dianggap “kena”—yang lain wajib membalas.
  4. Ulangi sampai suasana cair; akhiri dengan saling sapa dan maaf-maafan.
    Catatan keamanan: pegang kepompong dengan lembut, jangan dipencet/dilusik.

Makna yang tersirat: dari gengsi jadi damai

  • Rekonsiliasi sosial: permainan ini melatih anak membuka dialog, menurunkan gengsi, dan memulihkan relasi.
  • Kematangan emosi: “mengalah bukan kalah”—siapa menyapa duluan justru dipuji sebagai yang berpikiran panjang (panjang umur).
  • Etika kebersamaan: tempat-tempat publik (sendang, jalan, lorong, langgar) ditandai sebagai ruang damai—dimana pun bertemu, sapalah duluan.

Kosa kata ringkas:

  • soker = tidak bertegur sapa
  • langgar = musholla/surau kecil
  • songay = sendang/sumber air

Musim tanoker & etika ramah lingkungan

  • Musim: mengikuti siklus serangga setempat; biasanya banyak di pohon berdaun rimbun.
  • Etika:
    • Jangan merusak sarang/daun secara berlebihan.
    • Hindari mengambil kepompong dari spesies dilindungi.
    • Setelah bermain, kembalikan ke tempat aman.
    • Alternatif kreatif: gunakan “tanoker tiruan” (daun kelapa digulung, biji-bijian, atau kerajinan kertas) agar serangga tetap menyelesaikan metamorfosis.

Kenapa tradisi ini penting hari ini?

  • Melatih keterampilan sosial-emosional (SEL): bernegosiasi, meminta maaf, dan memaafkan.
  • Literasi budaya: anak belajar pantun, diksi lokal, dan konteks kebahasaan.
  • Mindfulness ekologis: mengenalkan metamorfosis dan kepedulian pada makhluk hidup.

FAQ

Apakah wajib memakai kepompong asli?

Tidak. Untuk ramah lingkungan, boleh memakai replika (daun/paper craft) tanpa mengurangi esensi permainan dan pantun.

Kapan waktu terbaik bermain?

Sore hari di halaman/pagar—aman, terang, dan ramai.

Apa manfaat utama untuk anak?

Rekonsiliasi (berdamai), berani menyapa duluan, dan berpantun—seru sekaligus mendidik.

Referensi Lilik Rosida Irmawati

Hastag
Madura

Madurapedia adalah upaya menggelorakan semangat menuju cita-cita Madura yang lebih baik. Banyak yang Madura miliki, banyak pula yang Madura telah perbuat. Semua layak disampaikan dan disebarkan, agar kita tahu, memahami, dan terdorong untuk berbuat lebih bagi Indonesia.

Baca Juga
Adat Pernikahan Madura: Tata Rias hingga Tayub

Adat Pernikahan Madura: Tata Rias hingga Tayub

Mengaji Fikih Keris Madura kepada Kyai Salehoddin Aeng Sareh

Mengaji Fikih Keris Madura kepada Kyai Salehoddin Aeng Sareh

Makna Malam Satu Suro: Tradisi Madura yang Sarat Filosofi Spiritual

Makna Malam Satu Suro: Tradisi Madura yang Sarat Filosofi Spiritual

Uniknya Tradisi Haji di Madura: Bukan Sekadar Ritual, Melainkan “Hutang Sosial” dalam Tradisi Lam-Salam dan Bet-Selabet

Uniknya Tradisi Haji di Madura: Bukan Sekadar Ritual, Melainkan “Hutang Sosial” dalam Tradisi Lam-Salam dan Bet-Selabet

Tradisi Idul Adha di Madura: Mengupas Budaya Toron, Sejarah, dan Fenomena Mudik Lebaran Haji

Tradisi Idul Adha di Madura: Mengupas Budaya Toron, Sejarah, dan Fenomena Mudik Lebaran Haji

Tradisi Per-Peran Bikin Macet 1 Km di Jalur Mudik Madura, Ini Cerita di Baliknya

Tradisi Per-Peran Bikin Macet 1 Km di Jalur Mudik Madura, Ini Cerita di Baliknya