Maulid Nabi Bangkalan 2025: Rebutan Jajanan di Telagabiru Meriah

Maulid Nabi Bangkalan 2025: Rebutan Jajanan di Telagabiru Meriah
Aksi saling rebutan barang di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Bangkalan. (Foto: NOJ/Ryan Syarif Hidayatullah) Sumber: jatim.nu.or.id

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Bangkalan berlangsung penuh kebersamaan dan kegembiraan. Tak sekadar seremonial kelahiran Rasulullah, suasana meriah yang dinantikan warga kembali terasa, khususnya di Desa Telagabiru, Kecamatan Tanjungbumi.

Suasana: Atap Penuh Jajanan, Sorak Anak hingga Orang Tua

  • Tuan rumah menghias setiap sudut atap dengan aneka barang dan jajanan yang digantung menggunakan tali.
  • Puncak keseruan terjadi saat pembacaan Maulid; anak-anak, orang tua, hingga ibu-ibu antusias berebut jajanan dan barang.
  • Meski ada aksi saling dorong, acara tetap kondusif dan mengundang tawa—menjadi ciri khas yang ditunggu saban tahun.

“Kami sudah biasa dengan suasana rebutan seperti ini. Tidak menimbulkan keributan, justru membuat acara semakin meriah dan berkesan,” kata tuan rumah, Ruhannah, kepada NU Online Jatim, Senin (08/09/2025).

Makna Tradisi: Syukur, Berbagi, dan Ikatan Sosial

Ruhannah menegaskan, keseruan berebut tidak mengurangi nilai sakral Maulid. Sebaliknya, tradisi ini mempertegas esensi syukur dan kebersamaan. Maulid dipahami bukan hanya mengenang perjalanan hidup Nabi, tetapi juga perayaan nikmat iman yang diekspresikan lewat berbagi kebahagiaan.

“Bagi kami, ini juga hiburan. Maulid adalah wujud syukur dan kegembiraan kita sebagai umat,” tambahnya.

Alisha Niquita Azzahra, salah satu peserta, mengaku senang ikut “rebutan” meski harus berusaha ekstra. “Barangnya digantung tinggi. Saya melompat dan minta bantuan orang sekitar biar dapat jajanan yang diinginkan,” ujarnya antusias.

Etika & Keselamatan: Biar Meriah Tetap Tertib

Agar tradisi tetap aman dan nyaman:

  • Panitia menata zona anak dan dewasa untuk menghindari benturan.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman, hindari membawa barang berharga berlebihan.
  • Orang tua mendampingi anak saat momen “rebutan”.
  • Jajanan digantung pada ketinggian proporsional, tali dan pengait diperiksa kekuatannya.

Rangkuman Kunci

  • Lokasi: Desa Telagabiru, Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan.
  • Momen puncak: Pembacaan Maulid diikuti tradisi rebutan jajanan/berkah.
  • Nuansa: Meriah, guyub, tanpa keributan—diniatkan sebagai ekspresi syukur.
  • Narasumber: Ruhannah (tuan rumah), Alisha Niquita Azzahra (peserta).

FAQ

Apa itu tradisi “rebutan” pada Maulid?

Momen berbagi berkah berupa jajanan/parcel yang digantung dan diperebutkan warga setelah rangkaian pembacaan Maulid.

Apakah tradisi ini aman?

Ya, selama panitia mengatur alur, ketinggian gantungan proporsional, serta orang tua mendampingi anak.

Apakah tradisi ini mengurangi kekhidmatan Maulid?

Tidak. Bagi warga, justru menguatkan rasa syukur dan kebersamaan usai rangkaian doa/shalawat.

Sember Nu Jatim Or id

Hastag
Bangkalan

Madurapedia adalah upaya menggelorakan semangat menuju cita-cita Madura yang lebih baik. Banyak yang Madura miliki, banyak pula yang Madura telah perbuat. Semua layak disampaikan dan disebarkan, agar kita tahu, memahami, dan terdorong untuk berbuat lebih bagi Indonesia.

Baca Juga
Adat Pernikahan Madura: Tata Rias hingga Tayub

Adat Pernikahan Madura: Tata Rias hingga Tayub

Mengaji Fikih Keris Madura kepada Kyai Salehoddin Aeng Sareh

Mengaji Fikih Keris Madura kepada Kyai Salehoddin Aeng Sareh

Makna Malam Satu Suro: Tradisi Madura yang Sarat Filosofi Spiritual

Makna Malam Satu Suro: Tradisi Madura yang Sarat Filosofi Spiritual

Uniknya Tradisi Haji di Madura: Bukan Sekadar Ritual, Melainkan “Hutang Sosial” dalam Tradisi Lam-Salam dan Bet-Selabet

Uniknya Tradisi Haji di Madura: Bukan Sekadar Ritual, Melainkan “Hutang Sosial” dalam Tradisi Lam-Salam dan Bet-Selabet

Tradisi Idul Adha di Madura: Mengupas Budaya Toron, Sejarah, dan Fenomena Mudik Lebaran Haji

Tradisi Idul Adha di Madura: Mengupas Budaya Toron, Sejarah, dan Fenomena Mudik Lebaran Haji

Tradisi Per-Peran Bikin Macet 1 Km di Jalur Mudik Madura, Ini Cerita di Baliknya

Tradisi Per-Peran Bikin Macet 1 Km di Jalur Mudik Madura, Ini Cerita di Baliknya