
SAMPANG — Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Sampang. Ulama sepuh yang dikenal tawadhu’ dan berpengaruh, KH. Abd. Muhaimin Abd. Bari, wafat pada Kamis malam, 4 September 2025 pukul 23.10 WIB di Rumah Sakit Qonaah Sampang.
Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid, Injelan, Sampang, dan telah menjalani perawatan intensif beberapa hari terakhir. Kondisi kesehatannya sempat menurun drastis sejak Kamis sore, hingga akhirnya berpulang dengan tenang di tengah keluarga dan para santri yang setia mendampingi.
KH. Abd. Muhaimin bukan hanya tokoh pesantren, tapi juga figur penting dalam kehidupan sosial keagamaan di Sampang. Kiprahnya melampaui tembok pesantren, menjangkau forum-forum masyarakat dan organisasi keagamaan.
Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang selama tiga periode berturut-turut:
Menurut Bendahara PCNU Sampang, Mas’udi Kholili, almarhum adalah sosok yang sangat aktif dan berpengaruh dalam perjalanan NU di Sampang. “Beliau sangat aktif di NU, bahkan tiga periode menjadi Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang,” ungkapnya.
Kabar wafatnya KH. Abd. Muhaimin disampaikan melalui akun resmi Instagram @daruttauhidinjelan. Unggahan tersebut langsung dibanjiri ucapan belasungkawa dari santri, alumni, dan masyarakat umum.
“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah dan mengampuni segala kekhilafan beliau dan husnul khotimah. Semoga keluarga dan santri-santrinya yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan lahir batin, amin.”
Rencananya, prosesi pemakaman KH. Abd. Muhaimin akan dilaksanakan pada Jumat pagi, 5 September 2025, sekitar pukul 09.00 WIB. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar NU, para santri, dan masyarakat Sampang.
Doa dan penghormatan terus dipanjatkan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Warisan keilmuan dan keteladanan beliau akan terus hidup dalam santri-santri dan masyarakat yang pernah merasakan sentuhan dakwahnya.