
Secara ilmiah, Ayam Bekisar diakui sebagai ayam khas Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Spesies ini merupakan hasil persilangan alami antara ayam hutan hijau (Gallus varius) dengan ayam kampung (Gallus gallus domesticus).
Hasil persilangan tersebut menghasilkan ayam dengan suara khas, warna bulu menawan, dan karakter fisik yang unik. Tak heran, Bekisar kini ditetapkan sebagai fauna identitas Provinsi Jawa Timur karena nilai budaya, genetika, dan ekonominya.
Ayam Bekisar dikenal dengan kokoknya yang melengking dan keras, bahkan bisa terdengar hingga jarak 1 mil. Suara kokok ini berirama, lurus, dan panjang—ciri khas yang sulit ditandingi ayam lain.
Para penggemar membagi karakter suara Bekisar menjadi dua:
Namun, sebagian warga Kangean menilai tidak semua Bekisar memiliki kokok “sempurna” tersebut, karena hasil persilangan alami sering menghasilkan variasi suara. Banyak warga kini mendorong identifikasi genetik untuk menetapkan standar Ayam Bekisar asli Kangean secara ilmiah.
Selain kokoknya, Ayam Bekisar punya ciri fisik unik:
Kombinasi ini membuat Bekisar tampak gagah dan eksotis, terutama jantan hasil persilangan unggul.
Ayam Bekisar bukan ayam biasa. Ia dikenal mudah stres dan sensitif, karena masih mewarisi naluri liar dari indukan jantannya.
Pemilik Bekisar biasanya memperlakukan ayam ini seperti burung lomba:
Perawatan ini dipercaya dapat menjaga kualitas suara dan stamina Bekisar. Tak heran, harga satu ekor bisa mencapai puluhan juta rupiah, tergantung kualitas kokok dan penampilannya.
Warga Kangean sudah lama melakukan persilangan antara pejantan ayam Tarata (ayam hutan hijau) dengan ayam kampung betina lokal. Beberapa bahkan menemukan telur hasil perkawinan alami di hutan.
Kini, banyak peternak di luar Madura—seperti di Solo, Yogyakarta, Parakan, dan Solok—juga mengembangkan budidaya Ayam Bekisar. Namun, Bekisar asli Kangean tetap dianggap memiliki kemurnian genetik tertinggi.
Pelestarian melalui penelusuran genetik dan ciri suara menjadi penting agar keaslian Ayam Bekisar sebagai warisan fauna khas Jawa Timur tidak pudar oleh hasil persilangan modern.
“Ayam Bekisar bukan sekadar unggas, tapi simbol kehormatan dan keindahan alam Kangean.”
Karena Bekisar pertama kali ditemukan dan berkembang secara alami di Pulau Kangean, hasil kawin silang ayam hutan hijau jantan dan ayam kampung betina lokal.
Tidak. Suara bergantung pada hasil persilangan dan kondisi fisiologis ayam. Bekisar yang dirawat dengan baik biasanya memiliki suara lebih stabil dan jernih.