Workshop Naskah Kuno Sampang – Dispusip Lestarikan Warisan Budaya Melalui Manuskrip Nusantara

Workshop Naskah Kuno Sampang – Dispusip Lestarikan Warisan Budaya Melalui Manuskrip Nusantara
Ilustrasi Peserta antusias mengikuti Workshop Naskah Kuno Dispusip Sampang di Aula Santo Merto

Dispusip Sampang Kenalkan Naskah Kuno Sebagai Warisan Budaya

MADURAPEDIA – Kamis (9/10/2025) jadi hari istimewa bagi pecinta sejarah dan budaya di Kabupaten Sampang, Madura.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sampang menggelar Workshop Naskah Kuno bertema “Mengenalkan Naskah Kuno Sebagai Warisan Budaya” di Aula Santo Merto, Perpustakaan Daerah Sampang.

Kegiatan ini dihadiri pemilik naskah kuno, perwakilan pemerintahan kecamatan, serta budayawan dan pemerhati sejarah lokal.
Semangatnya satu: mengenalkan kembali identitas budaya melalui lembaran sejarah yang termaktub dalam naskah kuno.

32 Naskah Kuno Berhasil Terdata dari Koleksi Pribadi

Plt. Sekretaris Dispusip Sampang, Kurnia Sufartina, memaparkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah mendata 32 naskah kuno yang sebagian besar berasal dari koleksi pribadi masyarakat Sampang.

Dikutip dari RRI “Naskah kuno adalah memori kolektif bangsa dan dunia. Ia menjadi jendela masa lampau yang tak ternilai. Semua naskah telah kami alih media untuk penyelamatan dan didaftarkan ke platform nasional Khastara (Khasanah Naskah Nusantara) Perpustakaan Nasional,” jelas Kurnia.

Langkah ini sekaligus memastikan konten berharga dari naskah lama tidak hilang termakan usia — diselamatkan melalui proses digitalisasi dan restorasi dokumen.

Pelestarian Komprehensif: Dari Temuan hingga Edukasi Publik

Gerakan pelestarian yang dilakukan Dispusip Sampang tidak berhenti pada pendaftaran.
Prosesnya melibatkan serangkaian tahapan:

  1. Penemuan dan identifikasi awal naskah kuno.
  2. Restorasi dan alih media digital.
  3. Workshop interaktif bersama ahli sejarah dan budaya.

Workshop ini menghadirkan narasumber berpengalaman, seperti:

  • Tajul Arifien R., Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Sumenep, yang menyoroti aspek sejarah dan nilai filologis manuskrip.
  • Bustomi Irwan Kurniadi, budayawan Sampang, yang memaparkan ragam naskah Madura.
  • Hidrochin Sabaruddin, budayawan Bangkalan, yang menambahkan perspektif tentang kesamaan tradisi naskah antarwilayah Madura.

Membuka Jendela Sejarah untuk Generasi Muda

Selain berbicara soal pelestarian dokumen, kegiatan ini juga dirancang untuk menumbuhkan kesadaran baru di kalangan muda.
Dispusip Sampang ingin menjadikan naskah kuno tidak lagi sebagai benda museum pasif, tetapi sumber belajar yang hidup, inspiratif, dan relevan.

Plt. Sekretaris Dispusip Sampang, Kurnia Sufartina
Plt. Sekretaris Dispusip Sampang, Kurnia Sufartina, Foto bty : RRI

“Kami berharap generasi muda bisa memahami sejarahnya sendiri dan bangga terhadap warisan leluhur,” ujar Kurnia Sufartina.

Langkah ini menjadi bentuk nyata transformasi perpustakaan sebagai pusat pengetahuan lokal dan penjaga ingatan kolektif masyarakat.

FAQ – Pelestarian Naskah Kuno Sampang

Apa tujuan Workshop Naskah Kuno yang digelar Dispusip Sampang?

Untuk mengenalkan dan melestarikan naskah kuno sebagai warisan budaya lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sejarah tertulis.

Berapa jumlah naskah kuno yang berhasil dikumpulkan?

Sebanyak 32 naskah kuno, sebagian besar merupakan koleksi pribadi masyarakat Sampang.

Apa itu platform Khastara?

Khastara (Khasanah Naskah Nusantara) adalah sistem pendataan nasional milik Perpustakaan Nasional RI untuk melestarikan naskah kuno Indonesia secara digital.

Siapa saja narasumber dalam workshop ini?

Tajul Arifien R. (Sumenep), Bustomi Irwan Kurniadi (Sampang), dan Hidrochin Sabaruddin (Bangkalan).

Mengapa naskah kuno penting untuk dijaga?

Karena merupakan dokumen otentik sejarah dan budaya yang merekam perjalanan pemikiran, pengetahuan, serta peradaban masyarakat Nusantara.

Kesimpulan

Workshop Naskah Kuno di Kabupaten Sampang bukan sekadar acara akademik, tapi gerakan nyata untuk menjaga warisan budaya Madura dan Nusantara.
Dengan 32 naskah yang berhasil diselamatkan, Dispusip Sampang menunjukkan komitmen kuat terhadap pelestarian memori kolektif bangsa.

Di balik lembaran manuskrip itu tersimpan kearifan, doa, dan ilmu masa silam yang masih relevan untuk masa depan.
Langkah kecil hari ini—mendigitalkan naskah lama—adalah bagian dari menulis ulang sejarah dengan cara yang lebih beradab dan berpandangan jauh ke depan.

Madurapedia adalah upaya menggelorakan semangat menuju cita-cita Madura yang lebih baik. Banyak yang Madura miliki, banyak pula yang Madura telah perbuat. Semua layak disampaikan dan disebarkan, agar kita tahu, memahami, dan terdorong untuk berbuat lebih bagi Indonesia.

Baca Juga
Adat Pernikahan Madura: Tata Rias hingga Tayub

Adat Pernikahan Madura: Tata Rias hingga Tayub

Mengaji Fikih Keris Madura kepada Kyai Salehoddin Aeng Sareh

Mengaji Fikih Keris Madura kepada Kyai Salehoddin Aeng Sareh

Makna Malam Satu Suro: Tradisi Madura yang Sarat Filosofi Spiritual

Makna Malam Satu Suro: Tradisi Madura yang Sarat Filosofi Spiritual

Uniknya Tradisi Haji di Madura: Bukan Sekadar Ritual, Melainkan “Hutang Sosial” dalam Tradisi Lam-Salam dan Bet-Selabet

Uniknya Tradisi Haji di Madura: Bukan Sekadar Ritual, Melainkan “Hutang Sosial” dalam Tradisi Lam-Salam dan Bet-Selabet

Tradisi Idul Adha di Madura: Mengupas Budaya Toron, Sejarah, dan Fenomena Mudik Lebaran Haji

Tradisi Idul Adha di Madura: Mengupas Budaya Toron, Sejarah, dan Fenomena Mudik Lebaran Haji

Tradisi Per-Peran Bikin Macet 1 Km di Jalur Mudik Madura, Ini Cerita di Baliknya

Tradisi Per-Peran Bikin Macet 1 Km di Jalur Mudik Madura, Ini Cerita di Baliknya