
Suasana pesisir Desa Dharma Tanjung, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang terasa lebih semarak dari biasanya. Ribuan warga, pemuda, mahasiswa, dan para nelayan tumpah ruah mengikuti Petik Laut: Semalam di Pesisir, sebuah tradisi tahunan yang memadukan doa, budaya, dan hiburan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 5–7 Oktober 2025 ini dipusatkan di Lapangan Dharma Tanjung dan kawasan pantai setempat.
Ketua Panitia, Faisol, menjelaskan bahwa kegiatan Petik Laut ini menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus promosi potensi desa.

“Petik Laut tahun ini mengusung semangat pelestarian budaya pesisir, mempererat silaturahmi antarwarga, serta memperkenalkan potensi desa kepada khalayak luas,” katanya, Sabtu (4/10/2025).
Masyarakat menunjukkan antusiasme luar biasa: puluhan kapal nelayan dihias indah dengan bendera, lampu warna-warni, dan ornamen laut khas Madura.
Malam harinya, gelaran ditutup dengan hiburan musik tradisional dan ramah tamah masyarakat.
Tradisi Petik Laut sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat pesisir Madura. Ia bukan sekadar pesta, tapi ritual sakral penuh nilai-nilai kearifan lokal.
Maknanya, antara lain:
“Petik Laut bukan sekadar hiburan, tapi jembatan spiritual antara manusia dan alam. Tradisi seperti ini patut dijaga karena mengandung nilai-nilai kebersamaan,” ujar Faisol.

Penyelenggara berharap Petik Laut: Semalam di Pesisir menjadi program tahunan desa yang terus berkembang dan mendapat dukungan lebih besar. Selain menjaga nilai budaya, kegiatan ini juga diharapkan dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menyaksikan tradisi khas pesisir Madura.
Bagi masyarakat Dharma Tanjung, kegiatan ini bukan hanya selebrasi budaya, tetapi juga manifestasi rasa syukur dan identitas sebagai masyarakat nelayan yang hidup berdampingan dengan laut.
Petik Laut adalah upacara adat masyarakat nelayan sebagai tanda syukur atas hasil tangkapan laut serta doa keselamatan.
Tanggal 5–7 Oktober 2025, dengan puncak larung laut pada Selasa (7/10).
Berlangsung di Lapangan Desa Dharma Tanjung dan kawasan pesisir pantai setempat, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.
Termasuk pentas seni, pengajian akbar, prosesi larung laut, dan hiburan musik pada malam penutupan.
Pemerintah desa, pemuda, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan warga pesisir Dharma Tanjung.
Tradisi Petik Laut Desa Dharma Tanjung Sampang bukan sekadar ritual tahunan, melainkan manifestasi cinta, doa, dan rasa syukur masyarakat nelayan kepada Sang Pencipta serta alam yang memberi mereka kehidupan.
Lewat festival bertajuk “Semalam di Pesisir”, warga Dharma Tanjung menunjukkan bagaimana budaya, religiusitas, dan kebersamaan bisa menyatu dalam satu momentum yang menggetarkan jiwa.
Acara ini membuktikan: di tengah arus modernisasi, warisan budaya pesisir Madura tetap hidup—karena dijaga oleh warganya dengan hati.