Musik Saronen Madura: Dari Karapan Sapi hingga Arak-arakan Rakyat Gemebyar

Musik Saronen Madura: Dari Karapan Sapi hingga Arak-arakan Rakyat Gemebyar
Ilustrasi Pemain Saronen menampilkan atraksi tubuh sambil memainkan instrumen arak-arakan

Madura — Kalau bicara soal Madura, biasanya langsung teringat pada karapan sapi. Tapi, siapa sangka, atmosfer meriah lomba adu cepat sapi itu tidak lengkap tanpa dentuman musik Saronen. Orkes tradisional ini bukan hanya “pengiring”, melainkan bagian utama yang menghidupkan suasana.

Uniknya, meski populer sejak era 1970-an, musik Saronen bukan satu-satunya yang menggunakan format instrumen berpencon (gong kecil). Di Jawa Barat ada sisingaan, Jawa Tengah punya jaran kepang, Jawa Timur punya reog, dan Bali punya balaganjur. Artinya, Saronen adalah ciri khas Madura yang berkembang dalam jejak tradisi Nusantara.

Asal-usul Nama & Karakter Suara Saronen

Nama “Saronen” diambil dari salah satu instrumen utamanya: sarunai atau selompret, instrumen tiup dengan karakter suara:

  • nyaring
  • melengking
  • parau, mirip suara burung merak yang lantang

Konon, secara garis keturunan alat musik ini erat dengan surnei (Timur Tengah) atau kelompok hobo (Eropa). Di Madura, suara “bercambuk” ini jadi identitas khas yang langsung membuat orang tahu: “Wah, ini pasti karapan sapi sedang berlangsung!”

Instrumen dan Pola Musik

Saronen dimainkan dalam format gamelan mini dengan instrumen:

  • Gong berpencon (keluarga kenong dan kempul)
  • Tifa/gendang
  • Kenong telo’ (kenong-ketuk khas Madura)
  • Selompret/saronen sebagai instrumen utama

Ciri musikalnya adalah pola beat kolotomik alias struktur pukulan gong–kenong–ketuk berlapis, menghasilkan tempo semarak dan repetitif. Inilah yang membuat Saronen terasa gemuruh, penuh semangat, dan cocok jadi irama arak-arakan.

Fungsi: Dari Karapan Sapi sampai Pesta Rakyat

Di Madura, fungsi utama Saronen erat dengan dua tradisi besar:

  1. Karapan Sapi (sapi jantan dengan kereta pacu)
  2. Sape Sono’ (kontes kecantikan sapi betina)

Tapi jangan salah. Dalam keseharian, Saronen jadi musik arak-arakan rakyat, misalnya:

  • mengiringi kuda menari (jharan kenca’) pada pesta pernikahan atau sunatan,
  • mengiringi sesajian ke kuburan keramat,
  • menyambut tamu kehormatan,
  • bahkan sekadar jadi hiburan musik rakyat di acara desa.

Karakter Penampilan: Gemebyar dan Atraktif

Saronen bukan sekadar musik pengiring. Ia adalah tontonan penuh kemeriahan:

  • Instrumen ringan, mudah dipikul dan dijinjing saat arak-arakan
  • Atraksi tubuh pemain: gerak mereka kadang teatrikal, menambah semangat suasana
  • Kostum khas inspirasi sapi karapan: warna-warni, meriah, dan gemebyar ala rakyat

Hasilnya? Setiap penampilan Saronen bukan hanya didengar, tapi juga ditonton sebagai hiburan visual.

Repertoar Gending Saronen

Layaknya gamelan, Saronen juga punya gending khas. Beberapa yang populer untuk arak-arakan antara lain:

  • Giroan Sarka’
  • Lorongan Sarka’
  • Lorongan Lanjhang

Selain itu, gending umum kadang diambil dari tradisi Sumenepan (gamelan klasik lokal) yang diadaptasi agar pas dimainkan dalam format Saronen.

Identitas Budaya dan Inovasi

Menurut pengamat budaya Munardi, bentuk kenong telo’ (konsep kolotomik) dari Jawa Timur memberi pengaruh besar pada musik rakyat Madura, termasuk tongtong dan Saronen. Inilah bukti bahwa musik rakyat selalu adaptif, berinteraksi antarbudaya, namun tetap menjaga ciri khas lokalnya.

FAQ tentang Musik Saronen

Apa itu musik Saronen?

Musik tradisional Madura identik dengan karapan sapi, dimainkan dalam format gamelan kecil dengan instrumen utama selompret/saronen.

Selain karapan sapi, di mana Saronen dimainkan?

Digunakan untuk pesta pernikahan, sunatan, hingga menyambut tamu kehormatan.

Apa yang membedakan bunyinya?

Suara selompret saronen yang nyaring, melengking, dan parau, jadi ciri paling khas.

Apakah Saronen masih eksis?

Ya, hingga kini Saronen masih tampil dalam acara adat, festival budaya, dan event pariwisata di Madura.

Madurapedia adalah upaya menggelorakan semangat menuju cita-cita Madura yang lebih baik. Banyak yang Madura miliki, banyak pula yang Madura telah perbuat. Semua layak disampaikan dan disebarkan, agar kita tahu, memahami, dan terdorong untuk berbuat lebih bagi Indonesia.

Baca Juga
Menguak Misteri Tari Topeng Gethak: Simbol Budaya Madura yang Memukau

Menguak Misteri Tari Topeng Gethak: Simbol Budaya Madura yang Memukau

Lagu Madura: Sejarah, Tradisi & Perkembangan Terkini

Lagu Madura: Sejarah, Tradisi & Perkembangan Terkini

Musik Daul Madura (Tong‑Tong): Dari Patroli Sahur ke Festival Ul‑Daul, Tradisi yang Terus Berdenyut

Musik Daul Madura (Tong‑Tong): Dari Patroli Sahur ke Festival Ul‑Daul, Tradisi yang Terus Berdenyut

Zawawi Imron – Penyair Madura: Profil, Karya, Penghargaan

Zawawi Imron – Penyair Madura: Profil, Karya, Penghargaan

Yus Yunus (1962–2022): Suara Madura yang Menggema di Panggung Dangdut

Yus Yunus (1962–2022): Suara Madura yang Menggema di Panggung Dangdut

Imam S. Arifin, Legenda Dangdut “Menari di Atas Luka” yang Tinggalkan Jejak Abadi

Imam S. Arifin, Legenda Dangdut “Menari di Atas Luka” yang Tinggalkan Jejak Abadi