
Pamekasan — Di saat sebagian anak kekurangan bahan bacaan, para pustakawan Perpusda M. Tabrani Pamekasan memilih turun ke lapangan. Setiap pekan, mereka berangkat sejak 06.30 WIB menembus jalan pedesaan wilayah Pantai Utara hingga perbatasan Pamekasan–Sumenep, membawa 2.500 buku untuk dipilih dan dibaca siswa-siswa di sekolah pelosok.
“Mobil kami terperosok berkali-kali sudah biasa,” kata Kusairi, pustakawan Perpusda M. Tabrani. “Ban mobil kami masuk selokan sampai dibantu warga juga lebih dari sekali. Tapi literasi anak tetap prioritas.”
Pihak sekolah menyambut positif pendekatan praktik. “Edukasi lewat pengalaman langsung jauh lebih nempel di siswa,” ujar Kusairi.