
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Bangkalan berlangsung penuh kebersamaan dan kegembiraan. Tak sekadar seremonial kelahiran Rasulullah, suasana meriah yang dinantikan warga kembali terasa, khususnya di Desa Telagabiru, Kecamatan Tanjungbumi.
“Kami sudah biasa dengan suasana rebutan seperti ini. Tidak menimbulkan keributan, justru membuat acara semakin meriah dan berkesan,” kata tuan rumah, Ruhannah, kepada NU Online Jatim, Senin (08/09/2025).
Ruhannah menegaskan, keseruan berebut tidak mengurangi nilai sakral Maulid. Sebaliknya, tradisi ini mempertegas esensi syukur dan kebersamaan. Maulid dipahami bukan hanya mengenang perjalanan hidup Nabi, tetapi juga perayaan nikmat iman yang diekspresikan lewat berbagi kebahagiaan.
“Bagi kami, ini juga hiburan. Maulid adalah wujud syukur dan kegembiraan kita sebagai umat,” tambahnya.
Alisha Niquita Azzahra, salah satu peserta, mengaku senang ikut “rebutan” meski harus berusaha ekstra. “Barangnya digantung tinggi. Saya melompat dan minta bantuan orang sekitar biar dapat jajanan yang diinginkan,” ujarnya antusias.
Agar tradisi tetap aman dan nyaman:
Momen berbagi berkah berupa jajanan/parcel yang digantung dan diperebutkan warga setelah rangkaian pembacaan Maulid.
Ya, selama panitia mengatur alur, ketinggian gantungan proporsional, serta orang tua mendampingi anak.
Tidak. Bagi warga, justru menguatkan rasa syukur dan kebersamaan usai rangkaian doa/shalawat.
Sember Nu Jatim Or id