
Bupati Sumenep Apresiasi Inovasi Sekolah Religius dan Berwibawa
SUMENEP – Di tengah derasnya arus digitalisasi, SMAN 1 Sumenep (SMANSA) kembali menegaskan eksistensinya sebagai sekolah kreatif dan inovatif. Sekolah ini menggelar kegiatan Pekan Literasi 2025, Selasa (7/10/2025), di Lapangan Basket SMANSA Sumenep.
Acara berlangsung meriah dengan mengusung tema “Sumenep Dharma Adikara,” yang bermakna Sumenep Religius dan Berwibawa. Tema ini mencerminkan karakter pendidikan di Kabupaten Sumenep yang berlandaskan nilai religiusitas dan integritas.
Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra, membuka secara resmi rangkaian acara tersebut.
Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Fauzi menyampaikan apresiasi kepada SMAN 1 Sumenep atas konsistensinya mendorong budaya literasi di kalangan pelajar.
“Saya menyampaikan apresiasi terbaik atas acara ini. Semoga Sumenep menjadi kota literasi,” tulis Bupati dalam pesannya yang dibacakan Kadisdik Agus Dwi Saputra.
Apresiasi ini sekaligus menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap peningkatan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah unggulan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sumenep, Dr. Budi Sulistiyo, S.Pd., M.Si., menekankan pentingnya membiasakan budaya menulis di lingkungan pendidikan. Menurutnya, menulis adalah cara terbaik untuk merekam setiap langkah konstruktif dalam dunia pendidikan.
“Betapa pentingnya menulis dan menulis, agar semua kejadian dapat dilihat di kemudian hari,” ujarnya.
Dengan semangat tersebut, Pekan Literasi menjadi ajang untuk menumbuhkan minat baca dan menulis di kalangan peserta didik, sekaligus memperkuat profil pelajar Pancasila yang kreatif dan reflektif.
Kepala SMAN 1 Sumenep, Drs. Rafiuddin, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Sumenep atas dukungannya terhadap kegiatan literasi sekolah.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Sumenep yang peduli pada agenda Pekan Literasi. SMAN 1 Sumenep gudangnya literasi dan prestasi,” ujarnya.
Tak lupa, ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh guru, staf, siswa, serta pihak sponsor seperti Bank Jatim yang berkontribusi hingga acara ini berjalan sukses.

Pekan Literasi yang berlangsung 7–10 Oktober 2025 ini diisi beragam lomba menarik:
Semua kegiatan dirancang untuk menggali kompetensi, mengasah talenta, dan menumbuhkan rasa percaya diri siswa.
Selain itu, setiap kelas turut memamerkan karya Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU), memberi warna baru pada kegiatan ini dengan menampilkan kreativitas dan inovasi bisnis pelajar SMANSA.
“Pekan Literasi ini bukan sekadar lomba, tapi juga ruang bagi siswa untuk membuktikan kompetensinya,” tutur Rafiuddin dengan bangga.
Pekan Literasi sudah menjadi agenda tahunan di SMAN 1 Sumenep. Tahun ini, semangatnya terasa lebih hidup karena melibatkan kolaborasi nyata antara pemerintah, sekolah, dan dunia usaha.
Harapannya, kegiatan semacam ini bukan hanya melahirkan juara lomba, tapi juga membangun generasi Madura yang literat, cakap digital, dan siap menghadapi tantangan global.
SMAN 1 Sumenep, benar-benar membuktikan bahwa sekolah religius bisa tetap modern dan kreatif. Melalui literasi, mereka bukan hanya membaca dunia, tapi juga menulis masa depannya sendiri — dengan tinta semangat dan pena ilmu.