
Bangkalan – Angin laut sore itu membawa suasana hangat di pesisir Desa Tolbuk dan Ko’ol, Kecamatan Klampis, Bangkalan. Di hamparan lumpur yang mencium aroma garam, ratusan bibit mangrove ditanam dengan penuh harapan. Tidak hanya warga setempat, Bupati Bangkalan Lukman Hakim pun hadir langsung, memberikan semangat agar ekosistem mangrove menjadi warisan abadi bagi anak cucu.
Dalam sambutannya, Bupati Lukman menegaskan bahwa mangrove di Bangkalan bukan sekadar pohon pantai. Ia adalah benteng alami penahan abrasi, penjaga garis pantai, sekaligus “biaya hidup gratis” untuk berbagai spesies laut yang mencari makan dan bertahan hidup di sana.
“Lebih dari itu, mangrove menyimpan potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir,” ucapnya penuh semangat. Dengan kata lain, menjaga mangrove berarti menjaga rejeki laut dan daratan.
Program penanaman mangrove ini diinisiasi oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan didukung oleh TNI serta komunitas pecinta lingkungan. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa melestarikan alam tidak cukup hanya dengan wacana; tetapi nyata lewat gotong royong.
Menurut Direktur Eksekutif 3 Pelindo, Daru Wicaksono, rehabilitasi mangrove di Bangkalan ini mencakup lahan seluas 3,74 hektare dengan total 147.000 bibit. Angka yang cukup untuk menjadikan pesisir Klampis bak sabuk hijau yang kokoh menahan ombak.
Bupati Lukman menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung inisiatif positif yang menjaga alam, sekaligus membawa manfaat sosial-ekonomi.
“Menjaga alam berarti menjaga masa depan anak cucu kita,” tegasnya.
Lebih dari kegiatan simbolis, penanaman ini diharapkan menjadi awal dari langkah berkelanjutan. Mangrove tidak hanya melestarikan ekosistem pantai, tetapi juga membuka peluang ekonomi: mulai dari hasil laut yang lebih stabil hingga potensi ekowisata mangrove.
Dengan komitmen bersama pemerintah, perusahaan, serta masyarakat, Bangkalan berpeluang besar menjadi teladan daerah pesisir yang sukses menjaga mangrove—bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masa depan generasi mendatang.
Referensi Sumber