
Pamekasan — Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan mengambil langkah konkret untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan perekonomian lokal. Melalui program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), 30 mahasiswa dari Fakultas Teknik diterjunkan langsung untuk melatih remaja di Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan, Pamekasan, menjadi wirausahawan tangguh di era digital.
Kegiatan ini menyasar anggota Karang Taruna dan Remaja Masjid Al-Falah yang belum memiliki pekerjaan atau usaha mandiri. Bukan sekadar teori, para mahasiswa memberikan pelatihan praktis yang bisa langsung diterapkan.
Menurut Dr. Hozairi, program ini dirancang dengan dua tujuan utama yang saling mendukung.
Para remaja tidak hanya diajarkan cara memulai bisnis, tetapi juga dibekali fondasi yang kuat. Materinya mencakup:
Di sinilah keahlian mahasiswa Teknik Informatika berperan. Para remaja dilatih untuk memanfaatkan teknologi dalam bisnis mereka.
“Ini kami lakukan sebagai upaya untuk ikut mencerdaskan bangsa, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan pengetahuan dan teknologi,” kata Dr. Hozairi, Selasa.
Dr. Hozairi menegaskan bahwa kegiatan ini adalah implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang menjadi kewajiban setiap institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Tiga pilar tersebut adalah:
Program PMM ini secara langsung memenuhi pilar ketiga, di mana ilmu yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan untuk memberikan solusi nyata bagi masalah di masyarakat.
Program seperti ini memiliki dampak ganda. Di satu sisi, mahasiswa mendapatkan pengalaman lapangan yang berharga. Di sisi lain, masyarakat, khususnya generasi muda, mendapatkan bekal keterampilan yang relevan dengan zaman. Dengan skill wirausaha dan kemampuan digital, para remaja di Desa Kaduara Barat diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja untuk diri mereka sendiri dan bahkan untuk orang lain, sehingga secara bertahap mengurangi ketergantungan pada lowongan kerja formal.