
Sumenep, Madura — Penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Sumenep terus dikebut. Pemkab Sumenep mengerahkan lintas sektor untuk mempercepat cakupan vaksinasi campak/MR yang kini menembus sekitar 70%. Rabu (10/9/2025), perwakilan World Health Organization (WHO) Australia, Dr. Chavia, memantau langsung perkembangan di lapangan.
Rombongan WHO diterima Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, di rumah dinasnya (Jln. Dr. Cipto, Desa Kolor, Kecamatan Kota). Hadir perwakilan Dinas Kesehatan P2KB, Dinas Pendidikan, serta sejumlah pihak terkait.
“Kami prioritaskan percepatan vaksinasi dengan melibatkan berbagai pihak—tokoh agama, tenaga medis, sekolah, hingga ormas,” ujar Wabup KH Imam Hasyim.
Kabid P2KB Dinkes Sumenep, Syamsuri, menyebut ini kunjungan ketiga WHO ke Sumenep. “Mereka akan menilai capaian imunisasi serentak dan mengevaluasi strategi yang sudah berjalan,” ujarnya.
“Partisipasi publik itu kunci. Pencegahan lebih baik daripada mengobati,” tegas Wabup.
Isu halal-haram vaksin sempat memicu perdebatan. Pemkab menggandeng MUI dan tokoh agama untuk memberikan penjelasan langsung ke warga. “Setelah edukasi, penerimaan masyarakat membaik. Kami optimistis status KLB bisa segera dicabut,” kata Wabup.
Suasana pertemuan berlangsung hangat. Selain memantau, WHO mendampingi pemkab dalam:
Catatan kesehatan: Untuk mencegah KLB campak berulang, WHO umumnya merekomendasikan cakupan imunisasi dua dosis minimal 95% di tiap wilayah. Target lokal mengacu kebijakan Dinkes setempat.
KLB (Kejadian Luar Biasa) campak adalah lonjakan kasus campak di suatu wilayah dalam periode tertentu yang memerlukan respon cepat.
Dinkes P2KB, Disdik, Kemenag, NU, Muhammadiyah, IPNU–IPPNU, Aisyiyah, MUI, dan tenaga kesehatan.
Pemkab menggandeng MUI untuk edukasi halal. Rujuk penjelasan resmi MUI setempat dan Dinkes untuk kebijakan terkini.
Bergantung pada tren kasus, cakupan imunisasi, dan evaluasi epidemiologis. Pemkab menargetkan percepatan agar status KLB segera dicabut.
Kanal resmi Dinkes Sumenep, Pemkab Sumenep, fasilitas kesehatan, dan pengumuman sekolah/posyandu.