
Sumenep — Pariwisata di ujung timur Pulau Madura sedang naik kelas. Destinasi baru bermunculan di berbagai kecamatan, sementara ikon-ikon lama tetap jadi magnet. Kolaborasi warga dan Pemkab Sumenep terbukti mendongkrak ekonomi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya.
Catatan: Destinasi-destinasi baru ini dikelola berbasis potensi desa. Periksa jam buka, tiket, dan musim panen sebelum berkunjung.
Berikut kurasi destinasi berdasarkan kategori.
Pemkab Sumenep mendampingi pengembangan wisata desa melalui:
A: Gili Iyang dikenal sebagai “Pulau Oksigen” berkat klaim kadar oksigen relatif tinggi. Untuk kunjungan, fokuslah pada suasana tenang, udara segar, dan budaya lokalnya.
A: Umumnya dengan perahu dari pelabuhan rakyat setempat. Gunakan operator berizin, pastikan pelampung tersedia, dan cek prakiraan cuaca.
A: Cek langsung pengelola (pokdarwis/BUMDes) karena jam buka bisa menyesuaikan musim panen, cuaca, atau acara lokal.
Dengan 37 destinasi lintas tema—dari pantai berpasir putih, keraton bersejarah, hingga situs religi—Sumenep layak disebut permata tersembunyi Madura. Datanglah, nikmati alam dan budayanya, sekaligus dukung ekonomi desa.