
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025 berlangsung khidmat di seluruh kabupaten di Madura. Dari Sumenep, Pamekasan, Sampang, hingga Bangkalan, masing-masing pemerintah daerah menggelar upacara dan resepsi dengan nuansa kebersamaan, gotong royong, serta semangat nasionalisme.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak seluruh elemen masyarakat menumbuhkan semangat kemerdekaan dengan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
“Saat ini, kita memiliki tugas mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata dan kebersamaan, untuk mewujudkan Kabupaten Sumenep yang maju dan sejahtera,” ungkapnya saat Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI 2025 di Halaman Kantor Bupati, Minggu (17/8/2025).
Ia menegaskan, kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, tetapi awal tanggung jawab generasi bangsa dalam melanjutkan cita-cita para pahlawan.

Sementara itu, di Pamekasan, Bupati Dr. KH. Kholilurrahman secara resmi mengukuhkan 74 pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) 2025 di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Jumat (15/8/2025).
Dalam sambutannya, Kyai Kholil menekankan bahwa menjadi anggota Paskibraka adalah amanah mulia yang tidak bisa diraih oleh semua pelajar.
“Bendera pusaka yang akan ananda kibarkan adalah panji kebesaran bangsa. Tugas ini mulia, agung, dan suci,” tegasnya.
Ia berharap, para anggota Paskibraka tidak hanya mengibarkan bendera, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta tanah air, nasionalisme, dan patriotisme.

Di Kabupaten Sampang, upacara peringatan HUT ke-80 RI dipusatkan di Pendapa Trunojoyo, dengan Bupati H. Slamet Junaidi bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam amanatnya, ia menegaskan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata demi kesejahteraan masyarakat.
“Makna kemerdekaan tidak hanya diwariskan, tetapi juga harus kita isi dengan persatuan dan gotong royong. Melalui itu kita wujudkan masyarakat sejahtera untuk Indonesia yang semakin maju,” ujarnya.

Perayaan HUT RI ke-80 di Kabupaten Bangkalan ditutup dengan Resepsi Kenegaraan di Pendopo Agung Bangkalan, Minggu (17/8/2025).
Acara berlangsung sederhana namun khidmat, diawali doa bersama dan dilanjutkan penyerahan hadiah lomba serta penampilan seni dari generasi muda.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang ikut memeriahkan perayaan kemerdekaan.
“Antusiasme masyarakat bukan sekadar euforia, melainkan bukti nyata semangat gotong royong, nasionalisme, dan patriotisme,” ungkapnya.
Empat kabupaten di Madura menegaskan pesan yang sama: kemerdekaan harus dimaknai sebagai tanggung jawab kolektif untuk membangun masa depan lebih baik.
Dari pengukuhan Paskibraka hingga resepsi kenegaraan, seluruh kegiatan mencerminkan bahwa semangat gotong royong, kebersamaan, dan nasionalisme menjadi fondasi utama pembangunan Madura di masa depan.