
MADURAPEDIA – Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Kabupaten Pamekasan memfokuskan kegiatan siswa pada penguatan ibadah dan pembentukan karakter selama Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan ini membuat porsi kegiatan akademik di kelas dikurangi agar siswa lebih maksimal menjalankan ibadah puasa.
Kepala SRMP 29 Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti, menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk menyeimbangkan pendidikan formal dengan pendidikan spiritual. Ramadan menjadi momentum membentuk karakter religius sekaligus kedisiplinan siswa.
Menurutnya, seluruh siswa mendapat pendampingan dari wali asuh dan wali asrama dalam menjalani aktivitas harian, mulai dari salat berjemaah, tadarus Al-Qur’an, hingga sahur dan buka puasa bersama.
“Selama Ramadan, kami atur ulang jadwal agar siswa tetap belajar, tetapi tidak terbebani. Fokus utama kami pada pembentukan karakter dan penguatan ibadah,” ujar Aisyah, Sabtu (28/02/2026).
Baca juga: Program Pendidikan Karakter Berbasis Asrama di Pamekasan
Program Ramadan di SRMP 29 Pamekasan dirancang tidak sekadar rutinitas ibadah. Sekolah ingin membangun karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Beberapa kegiatan utama selama Ramadan meliputi:
Kegiatan renungan senja setiap Jumat menghadirkan berbagai narasumber, seperti pendamping PKH, anggota Polres Pamekasan, serta perwakilan dari Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Informasi terkait kebijakan pendidikan keagamaan dapat diakses melalui laman resmi Kementerian Agama RI di https://kemenag.go.id.
Keterlibatan aparat kepolisian dan instansi lain dalam renungan senja menjadi bagian dari edukasi karakter. Siswa tidak hanya belajar nilai religius, tetapi juga memahami pentingnya hukum, etika sosial, dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Pendekatan kolaboratif ini dinilai efektif dalam mendukung program pembentukan karakter siswa selama bulan puasa. Sekolah ingin mencetak generasi yang cerdas secara akademik sekaligus kuat secara moral.
Selain penguatan aspek religi, SRMP 29 Pamekasan juga menggelar kegiatan bersih-bersih asrama. Program ini bertujuan membentuk budaya bersih, disiplin diri, dan kesadaran ekologis sejak dini.
Kegiatan tersebut melatih siswa untuk:
Lingkungan asrama yang bersih menciptakan suasana nyaman untuk belajar dan beribadah. Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan berbasis asrama yang menekankan pembinaan karakter secara menyeluruh.
Fokus ibadah Ramadan di SRMP 29 Pamekasan diyakini berdampak positif terhadap perkembangan siswa. Pengurangan jam akademik tidak berarti menurunkan kualitas pembelajaran, tetapi mengalihkan energi pada pembinaan mental dan spiritual.
Berikut dampak yang diharapkan:
| Aspek | Manfaat |
|---|---|
| Religius | Meningkatkan kedekatan spiritual siswa |
| Disiplin | Membentuk kebiasaan tertib dan teratur |
| Sosial | Memperkuat kebersamaan dan empati |
| Karakter | Menanamkan tanggung jawab dan integritas |
Program pendidikan karakter berbasis Ramadan 1447 H ini menjadi strategi jangka panjang untuk membangun generasi berakhlak dan berprestasi.
Sekolah ingin memberi ruang lebih luas bagi siswa untuk fokus beribadah dan membentuk karakter selama bulan puasa.
Kegiatan meliputi salat berjemaah, tadarus, sahur dan buka puasa bersama, renungan senja setiap Jumat, serta kerja bakti asrama.
Renungan senja diisi perwakilan pendamping PKH, Polres Pamekasan, dan Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
Kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Polres Pamekasan dan Kementerian Agama dalam kegiatan renungan senja memberikan perspektif yang lebih luas kepada para siswa.
Mereka tidak hanya mendapatkan siraman rohani, tetapi juga pemahaman konkret tentang peran institusi negara dalam menjaga harmoni sosial. Kehadiran narasumber dari luar lingkungan sekolah ini mematahkan stigma bahwa pembentukan karakter hanya terjadi di dalam kelas.
Para siswa diajak untuk melihat realitas sosial dan hukum, sehingga nilai-nilai seperti tanggung jawab dan kepatuhan tidak lagi sekadar teori, melainkan kebutuhan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Pendekatan ini menjadi fondasi kokoh bagi mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia sekaligus sadar hukum.
Pengurangan jam akademik selama Ramadan terbukti bukanlah sebuah kemunduran, melainkan sebuah lompatan kualitatif dalam proses pendidikan di SRMP 29 Pamekasan.
Fokus yang dialihkan pada pembinaan mental-spiritual melalui serangkaian ibadah dan kegiatan sosial berhasil menciptakan ekosistem belajar yang lebih humanis.
Siswa belajar tentang keikhlasan melalui puasa, kedisiplinan melalui salat berjemaah, serta kepedulian melalui kerja bakti dan kebersamaan. Dampak jangka panjangnya, mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang matang.
Program ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berintegritas dan peka terhadap lingkungan sekitarnya.
Program Ramadan di SRMP 29 Pamekasan membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai rapor, tetapi juga soal membangun karakter dan integritas.
Ikuti terus berita pendidikan terbaru di Madura dan bagikan artikel ini agar semakin banyak yang terinspirasi.
Sumber berita RRI