
Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar silaturahim alim ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat sinergi menjaga kondusifitas daerah. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Agung Keraton, Jumat (27/02/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.
Bupati menegaskan bahwa alim ulama dan tokoh masyarakat memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan serta stabilitas sosial. Tanpa dukungan moral dan spiritual dari para tokoh agama, pembangunan tidak akan berjalan optimal. Karena itu, silaturahim ini menjadi ruang dialog sekaligus penguatan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada program pemerintah. Partisipasi aktif tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan agar nilai kebersamaan, toleransi, dan kerukunan terus terjaga di tengah dinamika sosial.
“Pemerintah daerah sangat membutuhkan doa dan dukungan para alim ulama serta tokoh masyarakat agar setiap program pembangunan memberikan manfaat nyata,” ujar Achmad Fauzi Wongsojudo.
Baca juga: Peran Tokoh Agama dalam Menjaga Stabilitas Sosial di Sumenep
Kehadiran tokoh agama dan tokoh masyarakat menjadi penopang utama harmoni sosial. Dalam konteks Kabupaten Sumenep, peran mereka tidak hanya sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai penyejuk di tengah perbedaan.
Beberapa peran strategis tersebut antara lain:
Stabilitas sosial menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pembangunan. Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan demi kemajuan bersama.
Informasi resmi tentang pemerintahan daerah dapat diakses melalui situs Pemerintah Kabupaten Sumenep di https://sumenepkab.go.id.
Silaturahim ini juga menjadi momentum mempererat komunikasi dua arah antara pemerintah dan para tokoh agama. Komunikasi yang intens dinilai mampu mencegah kesalahpahaman serta mempercepat penyelesaian persoalan sosial di masyarakat.
Bupati berharap kebersamaan dan sinergi yang terjalin dapat mendorong percepatan pembangunan. Target akhirnya jelas, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumenep secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut tidak hanya berupa dialog, tetapi juga diisi tausiyah serta doa bersama. Harapannya, Kabupaten Sumenep senantiasa mendapat keberkahan, kedamaian, dan kemajuan di berbagai sektor pembangunan.
Silaturahim alim ulama Sumenep ini menjadi pesan kuat bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan penguatan nilai spiritual dan sosial.
Sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh agama berpotensi mempercepat realisasi program pembangunan. Dengan dukungan moral dan sosial yang kuat, kebijakan publik akan lebih mudah diterima masyarakat.
Berikut dampak positif yang diharapkan:
| Aspek | Dampak |
|---|---|
| Sosial | Kondusifitas dan kerukunan terjaga |
| Ekonomi | Iklim investasi lebih stabil |
| Pendidikan | Penguatan karakter berbasis nilai agama |
| Pemerintahan | Program lebih efektif dan partisipatif |
Ketika stabilitas sosial terjaga, pembangunan berjalan tanpa hambatan berarti. Itulah fondasi utama yang ingin diperkuat melalui silaturahim ini.
Kegiatan ini bertujuan mempererat ukhuwah, memperkuat sinergi, serta menjaga kondusifitas daerah melalui kolaborasi pemerintah dan tokoh masyarakat.
Silaturahim digelar pada Jumat, 27 Februari 2026, di Pendopo Agung Keraton Sumenep.
Tokoh agama berperan menjaga persatuan, menenangkan masyarakat saat muncul potensi konflik, serta mendukung program pemerintah melalui pendekatan moral dan spiritual.
Ikuti terus perkembangan berita daerah terbaru dan kebijakan publik terkini di portal kami. Bagikan artikel ini agar semangat kebersamaan terus menguat di Sumenep.
Sumber berita Kabupaten Sumenep