
MADURAPEDIA – Kabar sejarah datang dari Bangkalan, Madura! Pada peringatan Hari Pahlawan 2025, Syaikhona Mohammad Kholil secara resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Republik Indonesia. Penetapan ini menjadi momen bersejarah setelah melalui proses panjang selama bertahun-tahun, mengukuhkan peran ulama besar asal Bangkalan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyampaikan rasa syukur yang mendalam usai memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan. “Ini merupakan hadiah istimewa bagi kita semua masyarakat Bangkalan, di mana guru kita, Syaikhona Mohammad Kholil, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional,” ujarnya. Menurut Lukman, pengakuan ini adalah buah dari perjuangan para keturunan (dzurriyah), doa ulama, dan pengakuan atas jasa besar Syaikhona Kholil. Baca juga: [Mengenal Jejak Perjuangan Syaikhona Kholil di Madura].
Salah satu cicit Syaikhona Kholil, KH Syafi’ Rofi’i, mengungkapkan bahwa pengajuan gelar ini berasal dari desakan masyarakat. “Jadi masyarakat selama ini meminta ke para dzurriyah ke Bani Kholil agar Syaikhona Kholil diajukan sebagai Pahlawan Nasional,” jelasnya. Prosesnya tidak mudah – pada 2024 sempat gagal, sebelum akhirnya berhasil di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Peran Syaikhona Kholil tidak terbatas pada penyebaran Islam. Beliau adalah guru para pejuang dan ulama besar, termasuk KH Hasyim Asy’ari. “Beliau juga memberikan motivasi pada para pejuang masa itu dan memberikan pemahaman tentang pentingnya berjuang untuk negara,” tegas KH Syafi’. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pahlawan nasional, kunjungi laman Kemensos
Sumber : pdiperjuangan-jatim.com Kompascom