UMKM Daun Agel Bangkalan: Tali Agel Mendunia, Ekspor hingga Jepang–Prancis

UMKM Daun Agel Bangkalan: Tali Agel Mendunia, Ekspor hingga Jepang–Prancis
Detail anyaman agel dipadukan denim/batik pada tas etnik modern

Bangkalan — Bukan cuma batiknya yang tersohor, Bangkalan juga punya primadona baru di kancah kriya: tali agel. Dari serat alami daun palem gebang/lontar, Faiqotul Himmah mendirikan UMKM Daun Agel dan menjadikannya brand yang melaju kencang—tas, karpet, hingga home décor etnik yang kini merambah Singapura, Jepang, Amerika Serikat, sampai Prancis.

“Alhamdulillah, ekspor ke Singapura rutin tiap bulan. Ke Jepang jalan, dan saat ini kami pameran di Osaka Expo 2025. Ke Prancis banyak karpet; ke Jepang dan Singapura lebih banyak tas,” tutur Faiq.

Profil & capaian kunci

  • Pendiri: Faiqotul Himmah
  • Produk: tas, karpet, home décor berbahan tali agel (serat daun gebang/lontar)
  • Ekspor: Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Prancis
  • Produksi: ±400 produk/bulan
  • Omzet: ±Rp50–100 juta/bulan
  • Tenaga kerja: ±100 orang (±90% perempuan)
  • Pembinaan: UMKM binaan Bank Indonesia

Apa itu tali agel?

Tali agel adalah serat alami hasil pilinan daun agel (dikenal juga sebagai daun gebang/lontar). Karakter: kuat, bertekstur, dan punya estetika rustic–elegan. Cocok untuk:

  • Tas fashion & tote fungsional
  • Karpet & tatakan dekoratif
  • Aksen interior berkarakter natural

Produk & inovasi (khas Bangkalan)

  • Lini utama: tas, karpet, home décor.
  • Kolaborasi wastra: agel dipadukan dengan denim, tenun, batik, hingga lurik.
  • Circular approach: denim pakai perca, meminimalkan limbah.
  • Nilai tambah: desain etnik modern—pas untuk pasar lokal hingga global.

Dampak sosial: ruang kerja untuk perempuan

Sekitar 90% perajin Daun Agel adalah perempuan desa—memilin serat, menenun, dan finishing. Laki-laki fokus logistik dan suplai. Hasilnya:

  • Pemberdayaan ekonomi keluarga
  • Transfer keterampilan kriya lokal
  • Rantai produksi yang inklusif

Kenapa karya Daun Agel diminati internasional?

  • Bahan alami, ramah lingkungan
  • Cerita asal-usul (origin story) kuat dari Bangkalan, Madura
  • Desain adaptif: etnik yang relevan dengan selera kontemporer
  • Konsistensi mutu dan pasokan (400 produk/bulan)

Cara merawat produk tali agel (biar awet)

  • Kering & teduh: jauhkan dari lembap berkepanjangan.
  • Pembersihan ringan: lap kering/lembap tipis; hindari rendam air.
  • Jemur angin (bukan panas terik) jika terasa lembap.
  • Simpan dengan silica gel di ruang sirkulasi baik.

Data ringkas (untuk pembeli/mitra)

ElemenDetail
Bahan utamaTali agel (serat daun gebang/lontar)
Varian produkTas, karpet, home décor
Kapasitas±400 produk/bulan
PasarSingapura, Jepang, AS, Prancis
Tenaga kerja±100 orang (±90% perempuan)
PembinaanUMKM binaan Bank Indonesia
Inovasi bahanAgel x denim/tenun/batik/lurik

Keberlanjutan di jantung produksi

Faiq menegaskan dua kunci: ciri khas dan sustainability. Daun Agel mengutamakan bahan alami, mengolah perca denim, dan menjaga rantai produksi efisien—selaras tren konsumen global yang makin peduli lingkungan.

Kolaborasi & pemesanan

  • Custom corporate gift & hampers
  • Kolaborasi desainer/interior/retail
  • Volume ekspor & wholesale sesuai ketersediaan slot produksi
  • Instagram

Rekomendasi Produk

Sumber

Hastag
Bangkalan

Madurapedia adalah upaya menggelorakan semangat menuju cita-cita Madura yang lebih baik. Banyak yang Madura miliki, banyak pula yang Madura telah perbuat. Semua layak disampaikan dan disebarkan, agar kita tahu, memahami, dan terdorong untuk berbuat lebih bagi Indonesia.

Baca Juga
Fenomena ‘Toko Madura 24 Jam’: Bukti Nyata Jiwa Wirausaha dan Etos Kerja Keras Orang Madura

Fenomena ‘Toko Madura 24 Jam’: Bukti Nyata Jiwa Wirausaha dan Etos Kerja Keras Orang Madura

Menguak Warung Madura: Dari Sejarah hingga Jejaring Toko Madura yang Tangguh

Menguak Warung Madura: Dari Sejarah hingga Jejaring Toko Madura yang Tangguh

Jangan Buka Bisnis Kopi Manual Brew di Sampang!

Jangan Buka Bisnis Kopi Manual Brew di Sampang!

Batik Sampang – Motif Junjung Drajat & Kisah Pengrajin di Hari Batik Nasional

Batik Sampang – Motif Junjung Drajat & Kisah Pengrajin di Hari Batik Nasional

Nasi Kobel, Kuliner Malam Hari Para Nelayan Sampang yang Menggugah Selera

Nasi Kobel, Kuliner Malam Hari Para Nelayan Sampang yang Menggugah Selera

Cecek, Makanan Sehat Khas Sampang yang Hanya Buka Pagi Hari

Cecek, Makanan Sehat Khas Sampang yang Hanya Buka Pagi Hari