
Hai warga Madura! Siapa yang tidak bangga mendengar kabar ini? Dunia pendidikan pesantren di Kabupaten Sampang kembali mencatat prestasi gemilang! Iis Pradila, santri asal Pondok Pesantren Miftahul Ulum Desa Rohayu, Kecamatan Kedungdung, berhasil meraih Juara 1 Marhalah Ula Majelis Fiqih Kategori Putri pada ajang bergengsi Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional ke-8 dan Internasional ke-1!
Kompetisi yang mempertemukan para santeri terbaik dari seluruh Indonesia dan beberapa negara sahabat ini digelar di Pondok Pesantren As’adiyah, Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Pengumuman pemenang disampaikan langsung oleh Perwakilan Menteri Agama, Edi Suhendi, melalui kanal YouTube resmi As’adiyah Pusat, Senin (6/10/2025).
MQK bukanlah kompetisi biasa! Ini adalah ajang bergengsi tahunan Kementerian Agama Republik Indonesia yang menguji kemampuan santri dalam:
Para peserta diuji dalam berbagai kategori dan tingkat keahlian, dimana Marhalah Ula merupakan tingkat dasar dalam memahami kitab kuning. Prestasi Iis Pradila dalam kategori Majelis Fiqih menunjukkan keahliannya dalam mempelajari hukum Islam melalui literatur klasik.

Kemenangan Iis Pradila bukan hanya sekali prestasi pribadi, tapi bukti nyata kualitas pendidikan pesantren di Madura, khususnya di Sampang. Seperti diungkapkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang, H. Fandi:
“Iis Pradila telah mengharumkan nama Kabupaten Sampang di kancah nasional. Ini menunjukkan bahwa santri kita tidak hanya unggul dalam spiritualitas, tetapi juga kuat dalam intelektual dan penguasaan kitab turats.”
Prestasi ini semakin berarti karena kompetisi ini tidak hanya diikuti santri dari seluruh Indonesia, tapi juga dari beberapa negara sahabat, menunjukkan bahwa kearifan pesantren Sampang diakui di tingkat internasional.
Kemenangan Iis Pradila mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Kementerian Agama setempat. H. Fandi menambahkan:
“Kementerian Agama Sampang akan terus memberikan pendampingan dan dukungan kepada seluruh pondok pesantren agar semakin banyak santri yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Kami berkomitmen untuk memperkuat pembinaan dan mencetak lebih banyak santri berprestasi yang membawa nama baik daerah.”
Dengan dukungan ini, diharapkan sejumlah pondok pesantren lain di Sampang akan terinspirasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak lebih banyak generasi muda berprestasi.
Siapa sebenarnya Iis Pradila yang berhasil membawa nama Sampang bersinar? Ia adalah santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Desa Rohayu, Kecamatan Kedungdung. Dalam wawancara, Iis mengaku tidak menyangka bisa menjadi juara pertama di tingkat nasional.
“Saya sangat bersyukur dan terharu. Semua ini berkat doa para guru, orang tua, dan teman-teman di pondok. Semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi santri lain untuk terus semangat mengkaji kitab kuning,” ucapnya penuh rasa syukur.
Kemenangannya ini menunjukkan bahwa ketekunan dan dedikasi dalam mempelajari ilmu Islam bisa membawa hasil luar biasa, bahkan di tingkat nasional dan internasional.
Menurut Direktur PD Pontren Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. Basnang Said, MQK memiliki makna yang lebih dalam:
“MQK bukan sekadar perlombaan, tetapi juga wadah untuk melestarikan tradisi intelektual pesantren yang telah berakar kuat di Nusantara.”
Para juara berhak mendapatkan uang pembinaan dan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan ketekunan mereka dalam mendalami ilmu-ilmu keislaman. Ini menunjukkan bahwa pemerintah menghargai upaya melestarikan tradisi intelektual pesantren.
Kemenangan Iis Pradila membawa dampak positif bagi dunia pendidikan di Sampang:
Dengan prestasi ini, Sampang kembali mencuat di tingkat nasional sebagai daerah yang kaya tradisi pesantren serta mampu melahirkan generasi muda berilmu dan berprestasi. Kemenangan Iis Pradila membawa semangat keislaman dan kebanggaan bagi Madura.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan dan mencetak lebih banyak santri berprestasi yang membawa nama baik daerah. Ini adalah bukti bahwa pendidikan pesantren di Sampang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi Iis Pradila dalam MQK Nasional dan Internasional adalah buah dari kerja keras, dedikasi, dan dukungan penuh dari lingkungan pesantren. Ini menunjukkan bahwa Sampang tidak hanya kaya akan budaya, tapi juga kaya akan keilmuan Islam melalui tradisi pesantren yang kuat.
Mari kita sama-sama mendukung dan mengapresiasi prestasi ini, serta terus mendorong santri-santri lain untuk mencapai prestasi serupa. Sampang maju, madura berilmu!
Sumber : RRI