Redaksi

Ada alasan khusus mengapa kami tak menyertakan struktur redaksi serta menuliskan nama kami di halaman ini. Pertama, karena masih banyak perubahan dalam struktur di masa awal ini. Kedua, karena kami masih menganggap media ini sebagai ruang berkumpulnya ide, dialektika, serta karya. Ketiga, karena kami hanyalah sekumpulan pemuda yang sedikit sekali atau bahkan tak pernah berkecimpung dalam dunia media, namun ingin sekali berkarya lewat media. Yang kami impikan bukanlah nama besar, namun ruang kecil yang hidup dan terus tumbuh. Kami ingin melihat Habermas bangkit di tanah Madura.

Media ini, Madurapedia, berangkat dari kombinasi keresahan atas kondisi media di Madura dan keinginan untuk terus berkarya. Namun kami cukup sadar akan kemampuan kami. Ibarat bayi Musa yang dilarung ke sungai oleh ibu pertiwi yang sedih melihat kondisi sosial, budaya, ekonomi, dan aspek lainnya di tanah Madura. Tujuan kami sederhana: menjadi ruang kumpul berbagi keresahan serta (kalau bisa) mensejahterakan orang-orang di dalamnya.

Namun kami sadar kami bukanlah bayi Musa. Mungkin lebih seperti bayi kurawa, sekumpulan embrio kolektif tanpa nama yang bergerak bukan untuk eksistensi pribadi, namun untuk tujuan bersama. Sungai yang kami arungi juga bukanlah sungai Nil, tapi sungai Amazon yang penuh belukar dan satwa liar di mana Paulo Freire menitipkan mimpinya. Mimpi di mana pendidikan tak lagi jadi instrumen politis, namun menjelma menjadi senjata pembebasan kaum tertindas.

Alih-alih sebuah keredaksian, kami lebih suka membayangkan diri kami sebagai imagined community. Sebuah komunitas yang terikat oleh imajinasi soal indonesia secara luas, dan Madura secara sempit. Kami memiliki imajinasi bahwa jika seseorang mengetikkan kata kunci “madura”, maka yang muncul bukan lagi kepala terpenggal, korban carok, ataupun kasus pencurian besi. Kami ingin mengubah semua narasi itu. Untuk menjadi salah satu roda gigi itu, kami sadar betul bahwa segalanya atak akan landai dan semulus pipi Pevita Pearce atau Potre Koneng.

Seperti yang telah dititipkan Ben Anderson, kesadaran kolektif pada mulanya muncul melalui media, dalam hal ini Madurapedia. Kami tahu halaman ini tak memberikan kejelasan apapun soal validasi keredaksian kami. Namun kami yakin, biarlah pembaca yang menilai sendiri.

Kami belum punya keredaksian. Kami adalah bayi-bayi musa. Kami adalah putra-putra Kurawa. Kami adalah sepucuk tunas kecil yang ditebar H.Tabrani di masa lampau, dan kebetulan menolak untuk mati. Kami adalah ruang, dengan segala potensi yang ada. Kami adalah niat baik dengan mimpi untuk menjadikan iklim digital Madura menjadi lebih baik. Kami adalah seluruh pemuda Madura yang resah dengan kejenuhan. Kami adalah kamu.

Salam hormat,

Atas nama Madurapedia,

Rizqi Nurhuda Ramadhani